Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tembus Ketatnya Industri Otomotif Jepang, 10 Mahasiswa UMM Magang di Daihatsu Kyushu

Iklan Landscape Smamda
Tembus Ketatnya Industri Otomotif Jepang, 10 Mahasiswa UMM Magang di Daihatsu Kyushu
Tembus Ketatnya Industri Otomotif Jepang, 10 Mahasiswa UMM Magang di Daihatsu Kyushu
pwmu.co -

Menembus ketatnya industri otomotif Jepang yang dikenal dengan disiplin tinggi dan standar kualitas ketat bukanlah hal mudah. Namun, tantangan tersebut berhasil dijawab oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Melalui program magang internasional di Daihatsu Kyushu, Jepang, kampus yang dikenal sebagai Kampus Putih ini kembali menunjukkan kualitas mahasiswanya di level global. Salah satunya adalah Nicholas Saputra, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2022, yang menjadi bagian dari 10 mahasiswa terpilih dalam program tersebut.

Program magang ini berlangsung selama satu tahun penuh, terhitung sejak 6 Agustus 2025. Kesempatan tersebut diperoleh melalui jalur resmi kampus yang diinformasikan langsung oleh program studi.

Untuk bisa lolos, Nicholas dan sembilan rekannya harus melewati proses seleksi yang panjang dan menantang. Tahapan seleksi meliputi tes fisik, psikotes, evaluasi akademik, hingga pelatihan bahasa Jepang dasar sebagai bekal adaptasi di lingkungan kerja internasional.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan kesiapan mahasiswa UMM dalam menghadapi persaingan global. Industri Jepang dikenal dengan ritme kerja cepat, disiplin tinggi, dan tuntutan profesionalisme yang kuat.

Dalam program tersebut, para mahasiswa ditempatkan di berbagai divisi penting, seperti welding (pengelasan), painting (pengecatan), hingga assembly (perakitan). Mereka terlibat langsung dalam proses produksi kendaraan, mulai dari penyambungan rangka hingga perakitan komponen menjadi mobil utuh.

Pengalaman ini memberikan pembelajaran praktis yang tidak didapatkan di ruang kelas, sekaligus meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa.

“Kalau kerjanya ya disiplin, tepat waktu, terus gak boleh sembarangan, benar-benar harus profesional,” ungkapnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Nicholas mengaku sempat mengalami culture shock saat menghadapi ritme kerja di Jepang. Jam kerja yang panjang serta kewajiban lembur yang hampir setiap hari menjadi tantangan tersendiri.

Namun demikian, sistem kerja di Jepang juga memberikan kompensasi yang jelas dan adil, terutama dalam hal upah lembur yang lebih tinggi dibandingkan jam kerja normal.

Selain itu, kendala bahasa dan adaptasi budaya menjadi hambatan dalam komunikasi di lingkungan kerja. Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membentuk ketangguhan mental.

“Kerja di luar negeri itu menarik, buat nyari skill baru, pengalaman baru, biar tahu rasanya kerja sama orang Jepang,” tuturnya.

Capaian ini semakin memperkuat citra UMM sebagai perguruan tinggi yang mampu menjembatani kualitas akademik dengan kebutuhan industri global. Kisah Nicholas menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di kancah internasional dengan bekal kompetensi, keberanian, dan dukungan sistem pendidikan yang kuat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 29/04/2026 17:20
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡