Mahasiswa KKN Pencerah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 57 mengubah sampah plastik rumah tangga menggunakan metode ecobrick di Dusun Jatirejo, Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Proses pemasangan tulisan ecobrick dilakukan pada Kamis, (27/8/2026) di kawasan pertigaan kampung Dusun Jatirejo. Lokasi tersebut dipilih agar karya dapat dilihat oleh masyarakat dan warga yang melintas.
Ketua Tim KKN, M Fabian Erdiansyah, menjelaskan bahwa pemilihan ecobrick ini berawal dari hasil observasi mahasiswa selama berada di Desa Joho.
“Mereka menemukan masih terdapat sampah yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” terang Bian.
Dari kondisi itu, imbuhnya, menjadi dasar tim KKN menghadirkan program yang memanfaatkan sampah sekaligus melibatkan masyarakat dalam proses pengolahannya. Tim KKN mengumpulkan sampah plastik yang sebelumnya banyak dibakar dan dibuang.
Mengajak warga setempat, tim KKN membuat inovasi ini selama sekitar dua pekan.
“Selama kurang lebih dua pekan, kami mengolah menjadi sekitar 200 ecobrick dan disusun membentuk tulisan “JATIREJO”,” tuturnya.
Menurut Bian, keterlibatan warga menjadi bagian penting agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.
“Masyarakat kami libatkan dengan harapan, setelah melihat atau mengikuti proses pembuatan Ecobrick bersama tim KKN, masyarakat bisa memanfaatkan sampah secara mandiri,” jelasnya.
Menurut Bian, program tersebut bukan sekadar kegiatan mengolah sampah.
“Ecobrick kami pilih untuk memberikan alternatif terhadap persoalan sampah sekaligus mengajak warga melihat bahwa sampah plastik dapat memiliki fungsi lain apabila dikelola dengan tepat,” terangnya.
Menurut Bian, program tersebut juga menjadi upaya memberikan contoh sederhana mengenai pemanfaatan sampah.
Kebiasaan Lama, Persoalan yang Belum Selesai
Kepala Dusun Jatirejo, Sukisno, mengatakan bahwa pengelolaan sampah masih berkaitan dengan tingkat kesadaran masing-masing warga. Meskipun telah terdapat arahan mengenai pemilahan sampah, penerapannya belum dilakukan secara merata.
“Kesadaran masyarakat itu berbeda-beda. Sampah seharusnya dipilah, mana yang plastik dan mana yang lainnya,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemilahan sampah masih menjadi bagian penting yang perlu dibiasakan oleh masyarakat. Perbedaan kesadaran warga membuat pengelolaan sampah di Dusun Jatirejo belum berjalan secara merata. Sebagian masyarakat masih membuang sampah di sekitar rumah maupun ke sungai.
“Sementara warga yang memiliki lahan terkadang memilih membakar sampah rumah tangga,” terang Sukisno.
Kondisi tersebut menjadi persoalan terutama ketika musim hujan karena sampah yang terbawa aliran air dapat menumpuk bersama material lain dan berpotensi menghambat aliran di sejumlah titik.
Sukisno memberikan dukungan terhadap program yang dilakukan mahasiswa KKN-P 57 Umsida.
“Kalau kegiatan seperti ini sangat bagus. Saya mendukung. Tinggal orangnya mau atau tidak,” ujarnya.
Pembuatan Ecobrick Bersama Warga
Pembuatan ecobrick ini juga melibatkan warga setempat. Plastik dipotong menjadi bagian-bagian kecil sebelum dimasukkan ke dalam botol. Selanjutnya, plastik dipadatkan secara bertahap menggunakan bambu hingga botol terisi penuh dan memiliki kepadatan yang cukup.
Dari proses tersebut, terkumpul sekitar 200 botol plastik berukuran 600 mililiter yang kemudian dimanfaatkan menjadi ecobrick. Ratusan ecobrick yang telah dibuat, disusun menjadi tulisan “JATIREJO”.
Aril, salah satu warga yang terlibat langsung dalam pembuatan ecobrick, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi masyarakat Dusun Jatirejo.
“Pembuatan Ecobrick ini menjadi hal baru bagi kami. Ternyata sampah yang selama ini dianggap tidak berguna bisa dimanfaatkan menjadi sebuah karya yang menarik,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Zeni, warga setempat.
“Biasanya sampah dibuang di belakang rumah atau dibakar. Sebelumnya tidak terpikir kalau sampah seperti ini bisa dimanfaatkan. Ternyata dari sampah bisa menjadi suatu ikon atau karya yang menarik dan memiliki nilai estetika untuk dusun kami,” katanya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments