Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MDMC Jatim Lanjutkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Iklan Landscape Smamda
MDMC Jatim Lanjutkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Agus Wahyudi, Muhammad Rofi'i, da Muh. Kholid Assyadulloh usai sharing session. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Komitmen membantu korban bencana terus ditunjukkan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim.

Tidak hanya pada fase tanggap darurat, MDMC Jatim kini melanjutkan langkah strategis pada tahap pemulihan dan pemberdayaan masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua MDMC Jatim, Muhammad Rofi’i, MT menegaskan, peran lembaga kebencanaan Muhammadiyah tidak berhenti pada distribusi bantuan sesaat. Lebih dari itu, MDMC hadir untuk memastikan masyarakat bisa bangkit, mandiri, dan memiliki ketahanan menghadapi potensi bencana di masa depan.

“Bagi kami, membantu korban bencana bukan hanya soal kemanusiaan, tetapi juga bagian dari dakwah Muhammadiyah yang harus terus dihidupkan,” ujarnya saat Sharing Session dengan PWMU.CO, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian Milad Satu Dekade PWMU.CO, media official PWM Jatim.

Rofi’i mengungkapkan MDMC Jatim terus menunjukkan pergerakan yang progresif. Di bawah kepemimpinan Rofi’i, organisasi ini menekankan pentingnya respons cepat dalam setiap kejadian bencana, sekaligus membangun sistem manajemen kebencanaan yang terstruktur.

Rofi’i dikenal aktif mengomandoi tim relawan dalam berbagai operasi kemanusiaan, termasuk mengirimkan personel tangguh ke luar daerah.

“Respons cepat tersebut menjadi salah satu kekuatan MDMC Jatim dalam menjawab kebutuhan masyarakat terdampak bencana,” tandas dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) itu.

Dalam menjalankan misinya, terang Rofi’i, MDMC Jatim juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kerja sama edukasi kebencanaan dengan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW).

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan lintas elemen masyarakat tanpa sekat, demi memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana.

Program Nyata di Aceh Tamiang

Pada tahap pemulihan pasca banjir di Aceh Tamiang, MDMC Jatim tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan program-program berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Beberapa program yang telah dan akan dijalankan antara lain:

1. Pembangunan Mushola Muhammadiyah

MDMC Jatim menerima wakaf tanah seluas 800 meter persegi dari Selamet, warga Desa Seba, Kecamatan Bandar Pusaka. Di atas lahan tersebut direncanakan akan dibangun Mushola Muhammadiyah dengan dukungan bantuan dari PWM Jatim sebesar Rp 250 juta.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Kehadiran mushola ini diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus penguatan spiritual masyarakat,” katanya.

2. Rencana Pemanfaatan Lahan Wakaf 1 Hektare

Selain itu, terdapat wakaf tanah seluas 1 hektare dari Suparno di Desa Wonosari. Namun, MDMC Jatim masih mengkaji konsep pemberdayaan yang tepat sebelum menerima dan mengelola lahan tersebut, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

3. Revitalisasi Program Air Bersih (PAMSIMAS)

MDMC Jatim juga melakukan revitalisasi program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS). Program ini ditujukan untuk mendistribusikan air bersih ke tiga dusun di Desa Sunting, yakni Dusun Melati, Dusun Tanjung, dan Dusun Anggrek.

“Akses air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang sangat penting dalam proses pemulihan pascabencana,” papar Rofi’i.

4. Pembentukan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM)

Dalam rangka memperkuat kelembagaan di tingkat akar rumput, MDMC Jatim turut mendorong pendirian tiga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di Kecamatan Bandar Pusaka, yakni PRM Batang Ara, PRM Serba, dan PRM Sunting.

“Keberadaan PRM ini diharapkan menjadi motor penggerak dakwah sekaligus penguatan sosial masyarakat setempat,” ujarnya.

Rofi’i menegaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bagian dari konsep “dakwah kebencanaan” yang diusung Muhammadiyah. Dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah atau kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu sesama, terutama saat menghadapi musibah.

“Ketika kita hadir membantu masyarakat yang terdampak, di situlah nilai-nilai dakwah hidup. Kita tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga membangun harapan dan kemandirian,” ungkapnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, MDMC Jatim menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak cukup dilakukan secara reaktif. Dibutuhkan pendekatan komprehensif yang mencakup mitigasi, respon cepat, hingga pemulihan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 22/04/2026 20:57
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡