Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rumah Ketua Pertama PWM Jawa Timur Dijual untuk Warisan Anak-anaknya

Iklan Landscape Smamda
Rumah Ketua Pertama PWM Jawa Timur Dijual untuk Warisan Anak-anaknya
Elok Nurrochmi di depan rumah peninggalan KH. Anwar Zain. Foto: Agus Wahyudi/PWMU.CO
pwmu.co -

Rumah peninggalan KH. Anwar Zain di Jalan Kalibutuh 132 A Surabaya resmi dijual keluarga. Rumah dua lantai seluas 371 meter persegi yang menjadi saksi perjalanan dakwah Ketua pertama PWM Jawa Timur itu dipasarkan seharga Rp 5 miliar. Hasil penjualannya akan dibagikan kepada 10 anak almarhum sesuai ketentuan waris syariah.

Di pagar rumah terpasang banner bertuliskan besar “Dijual Rumah”. Pada banner itu juga dicantumkan bonus umrah untuk dua orang. Rumah dengan luas bangunan sekitar 297 meter persegi tersebut kini masih dihuni tiga anak perempuan KH M. Anwar Zain. Anwar Zain adalah Ketua PWM Jatim terlama, dipercaya selama 5 periode. Yaitu peride 1968-1971, 1971-1974, 1974-1978, 1978-1985, dan 1985-1990. Meski peride terakhir tidak bisa diselesaikan karena meninggal dunia terlebih dulu.

“Kami mau jual rumah ini untuk dibagi kepada 10 anak almarhum,” ujar Elok Nurrochmi, anak kesembilan KH Anwar Zain, saat ditemui PWMU.CO, Ahad (17/5/2026).

Saat dikunjungi siang itu, suasana rumah terlihat tenang dan cenderung sepi. Di teras hanya terparkir dua sepeda motor. Beberapa kursi sofa tertata sederhana di ruang depan terbuka yang biasa digunakan menerima tamu.

Rumah itu tidak menampilkan kesan mewah. Bangunannya sederhana, tanpa ornamen mencolok. Kesan bersahaja justru terasa kuat, menggambarkan gaya hidup generasi lama Muhammadiyah yang sederhana dan fungsional.

Rumah tersebut terdiri atas dua lantai. Pada masa sebelum pandemi, lantai dua pernah digunakan untuk kegiatan les sempoa.

Namun aktivitas itu berhenti sejak wabah COVID-19 melanda. Hingga kini, ruang di lantai atas tersebut belum kembali digunakan dan lebih sering tampak lengang.

Di dalam rumah, lorong-lorong tampak sunyi. Dua foto KH Anwar Zain terpajang di dinding ruang tengah. Foto-foto itu menjadi pengingat bahwa rumah tersebut pernah menjadi tempat tinggal seorang tokoh Muhammadiyah Jawa Timur yang menghabiskan hidupnya untuk dakwah dan organisasi.

Saat PWMU.CO datang, Elok baru saja pulang mengikuti pengajian Aisyiyah di Balai Dakwah Muhammadiyah PCM Bubutan.

Aktivitas pengajian itu menunjukkan tradisi dakwah dan kehidupan persyarikatan masih melekat kuat dalam keseharian keluarga besar KH Anwar Zain.

Menurut Elok, rencana penjualan rumah sudah dibicarakan keluarga sejak lama. Setahun terakhir, keluarga mulai memasang banner penjualan di depan rumah.

SMPM 5 Pucang SBY

Rumah Ketua Pertama PWM Jatim Dijual untuk Warisan Anak-anaknya
Penyerahan bantuan dari PWMU.CO berupa beras, minyak goreng, dan uang kepada Elok Nurrochmi. (Foto: Syahroni/PWMU.CO)

Keputusan itu diambil melalui musyawarah keluarga agar pembagian warisan dapat dilakukan secara adil sesuai syariat Islam.

“Sudah banyak orang yang datang ke sini, namun sampai sekarang harganya belum cocok,” tutur Elok.

Meski dipatok Rp 5 miliar, rumah tersebut menyimpan nilai sejarah yang tidak mudah diukur dengan angka. Rumah itu pernah menjadi bagian dari perjalanan Muhammadiyah Jawa Timur pada masa awal perkembangannya.

Di balik penjualan rumah tersebut, tersimpan pula kisah kesederhanaan keluarga. Ketika ditanya mengenai pekerjaan atau usaha yang dijalani, Elok menjawab singkat, “Pokoknya ada.”

Elok berharap rumah itu segera menemukan pembeli. Ia juga mengaku akan lebih bersyukur bila rumah tersebut dibeli oleh warga Muhammadiyah.

“Saya sangat bersyukur kalau yang membeli dari Muhammadiyah,” ucapnya.

KH M. Anwar Zain yang lahir pada 1916 menikah dengan seorang gadis bernama Siti Solihah yang kelahiran 1922. Sampai akhir hayatnya dikaruniai 13 anak, yang 3 di antaranya wafat saat masih kecil. Yaitu Siti Zakiyah, Ach. Farid, Ach. Fananie, Markum Al Muhammadi, Sri Qudsi Utami, Sri Laili Sulasi, Ach. Sauqi, Siti Aisyah, Chusnal Aini, Siti Alifah, Nuri Rudyati, Elok Nurrochmi, dan Ahmad Fuadi.

Hari ini, dari ke-13 anak itu, hanya 5 anak yang masih hidup. Dan, semuanya perempuan. Yaitu Sri Laili Sulasi, Siti Aisyah, Siti Alifah, Nuri Rudyati, Elok Nurrochmi.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 17/05/2026 15:22
  • Agus Wahyudi - 17/05/2026 15:08
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡