Dalam rangka mengenalkan dan melestarikan kearifan lokal Indonesia, siswa kelas 5 mengikuti kegiatan proyek dengan tema “Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa”. Kegiatan ini dilakukan di halaman sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya pada hari Jumat (18/9/2026).
Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengajak siswa mengenal kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.
Pada kegiatan proyek, siswa diajak mengenal alat dan bahan, cara bermain, aturan permainan, serta nilai-nilai positif yang terkandung dalam permainan egrang batok kelapa.
Guru memberikan penjelasan dan contoh terlebih dahulu sebelum siswa mencoba memainkan permainan tersebut secara bergantian.
Dengan memanfaatkan batok kelapa sebagai bahan utama, siswa belajar bahwa benda-benda sederhana yang ada di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi permainan yang menarik, kreatif, dan edukatif. Hal ini juga mengajarkan siswa untuk lebih menghargai lingkungan serta memiliki kreativitas dalam memanfaatkan bahan yang tersedia.
Tidak hanya bermain, siswa turut terlibat dalam proses mempersiapkan egrang batok kelapa. Setelah itu, siswa mencoba berjalan menggunakan egrang secara bergantian.
Tawa dan semangatpun mewarnai setiap langkah. Ada yang awalnya masih takut jatuh, ada yang harus mencoba berkali-kali, hingga akhirnya berhasil berjalan dengan percaya diri.
Guru kelas 5, Halim, S.Pd. mengatakan bahwa melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya dan permainan tradisional Indonesia. Selain itu siswa juga belajar berbagai karakter positif, seperti kerja sama, kreativitas, keberanian, keseimbangan, ketekunan, dan sportivitas,” ungkapnya.
Salah satu siswa Afanin Shakila menyampaikan kesannya saat mencoba permainan ini.
“Seru sekali bermain egrang batok kelapa, dan saya harus menjaga keseimbangan supaya tidak jatuh. Awalnya agak sulit, tetapi setelah mencoba beberapa kali menjadi lebih mudah,” tuturnya.
Melalui projek kearifan lokal ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal permainan tradisional, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia.
Permainan sederhana seperti egrang batok kelapa menjadi bukti bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, aktif, dan penuh makna.
Dengan semangat “Kenali Budayanya, Mainkan Permainannya, Lestarikan Warisannya”, generasi muda diharapkan dapat terus mengenalkan permainan tradisional kepada teman, keluarga, dan generasi berikutnya agar kekayaan budaya Indonesia tetap hidup dan tidak terlupakan
Sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya mengharapkan seluruh siswa Dapat bekerjasama dengan baik, bisa mempraktikkan dalam kehidupan sehari hari sesuai dengan tujuan dan capaian pembelajaran di sekolah.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments