Masjid Al Ishlah Menganti Gresik menjadi tempat penyampaian materi kemasjidan oleh Ahmad Ridlo Pambudi Wakil Ketua LPCR-PM PWM Jawa Timur, Sabtu (14/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan masjid yang ramah bagi generasi muda.
Menurut Kung Ridho, panggilan akrab Ahmad Ridlo Pambudi, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah semakin jauhnya anak-anak dan remaja dari masjid. Ia menilai kondisi tersebut tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam kehidupan sehari-hari.
“Banyak orang tua yang belum serius mendekatkan anak-anaknya ke masjid. Anak lebih sering diajak ke pasar dalam arti luas daripada ke masjid. Padahal masjid adalah tempat terbaik di muka bumi,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi sebagian masjid yang terlalu menekankan kebersihan dan kerapian hingga tanpa sadar membatasi ruang gerak anak-anak dan generasi muda. Akibatnya, anak merasa kurang nyaman berada di lingkungan masjid.
“Masjid diperbagus, tetapi anak-anak takut dimarahi karena dianggap mengotori atau membuat tidak rapi. Akhirnya mereka merasa masjid bukan tempat yang ramah bagi mereka,” tambah pensiunan guru ini
Faktor lain yang turut menyebabkan minimnya kehadiran anak muda di masjid adalah kurangnya variasi kegiatan yang menarik. Menurutnya, generasi muda membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan dunia mereka.
Karena itu, Ahmad Ridlo Pambudi mendorong agar masjid menghadirkan berbagai aktivitas positif yang mampu menarik minat anak muda. Ia mencontohkan kegiatan seperti nonton bareng sepak bola, MotoGP, diskusi santai, hingga nongkrong sambil ngopi di lingkungan masjid. Lebih baik nobar di masjid dari pada membiarkan mereka nongkrong untuk nobar di kafe atau tempat lainnya.
“Masjid harus menjadi tempat yang hidup dan dirindukan anak muda. Bahkan anak-anak perlu dibiasakan tinggal di masjid, bermain, tidur, dan beraktivitas di lingkungan masjid,” jelas pria yang tinggal di Lumbang Probolinggo ini
Ia menegaskan bahwa keteladanan dari orang tua menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan anak dengan masjid. Jika sejak kecil anak dibiasakan mencintai masjid, maka kecintaan itu akan tumbuh hingga dewasa.
Dalam kesempatan tersebut, Kung Ridho juga mengajak para pengelola masjid untuk terus berinovasi melalui kegiatan Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah atau AM3. Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah penting untuk berbagi pengalaman, berdiskusi, dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kemasjidan.
“Melalui AM3, para marbot dan penggerak masjid bisa saling sharing, bermusyawarah, dan menghadirkan ide-ide kreatif untuk memakmurkan masjid,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments