Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi 28 fasilitas sekolah di Kota Banda Aceh, Rabu (24/6/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sarana pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Peresmian dipusatkan di SLB YPPC Banda Aceh dan dilakukan secara serentak sebagai penanda peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan di wilayah Aceh.
Salah satu sekolah yang mendapatkan program revitalisasi adalah SMK Muhammadiyah Aceh. Sekolah tersebut juga dipilih sebagai lokasi simbolis dalam rangkaian peresmian revitalisasi fasilitas pendidikan.
Program revitalisasi meliputi perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang hingga berat, modernisasi laboratorium praktik, pembaruan fasilitas perpustakaan, serta peningkatan sarana sanitasi dan olahraga.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi ekosistem pendidikan secara menyeluruh.
“Revitalisasi ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan lulusan sekolah di Aceh memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini (link and match), sekaligus diperkuat oleh karakter akhlakul karimah,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A Malik Musa, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pengembangan sekolah Muhammadiyah di Aceh.
Menurutnya, revitalisasi SMK Muhammadiyah Aceh menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter peserta didik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada sekolah Muhammadiyah. Revitalisasi ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Kepala SMK Muhammadiyah Aceh, Muzadi, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program revitalisasi tersebut. Ia menilai pembaruan fasilitas sekolah akan berdampak positif terhadap proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi peserta didik.
“Revitalisasi ini merupakan anugerah sekaligus amanah bagi kami. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan modern, kami semakin optimistis dapat mencetak lulusan yang siap kerja, siap berwirausaha, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kami berkomitmen untuk memanfaatkan seluruh fasilitas ini secara maksimal demi kemajuan pendidikan vokasi di Aceh,” ungkapnya.
Muzadi juga berharap dukungan dari pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat dapat terus berlanjut guna memperkuat peran SMK Muhammadiyah Aceh sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja terampil, profesional, dan berkarakter.





0 Tanggapan
Empty Comments