Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengangkat Kisah Pahlawan Daerah, Reyhan Sabet Juara 1 Lomba Bercerita Kabupaten Banyuwangi

Iklan Landscape Smamda
Mengangkat Kisah Pahlawan Daerah, Reyhan Sabet Juara 1 Lomba Bercerita Kabupaten Banyuwangi
Penyerahan piala sertifikat dan uang pembinaan juara 1 dari Kadispar Banyuwangi Hartono,S.Sos.M.Si. kepada Reyhan. (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mengangkat kisah pahlawan daerah, Reyhan Iftitan Ramadhanu, siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng, Banyuwangi, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Bercerita tingkat Kabupaten Banyuwangi.

Ajang lomba tersebut diprakarsai oleh Biro Apresiasi dan Budaya Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Jawa Timur bersama PARFI Banyuwangi. Kompetisi mengangkat tema Perjuangan dan Pahlawan Nasional/Daerah dengan kategori peserta pelajar dan umum.

Lomba Bercerita dilaksanakan pada Jumat (28/8/2026) di Terminal Terpadu Sobo, Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus sebagai upaya mencari bibit-bibit terbaik generasi muda di bidang seni dan budaya, khususnya sastra.

Dalam pelaksanaannya, PARFI juga menggandeng pemerhati budaya, Daya Bersama Semesta Unggul Banyuwangi.

“Kegiatan ini masih dalam rangkaian menyambut HUT ke-81 RI sekaligus mencari bibit-bibit terbaik generasi muda di bidang seni dan budaya, khususnya sastra,” ujar Fatah Yasin Noor, tokoh sastrawan, penyair, dan esais yang saat ini aktif dalam kepengurusan Dewan Kesenian Blambangan pada bidang Komite Bahasa dan Sastra.

Pahlawan Tanpa Seragam

Dalam lomba tersebut, Reyhan mengangkat kisah dua pahlawan daerah asal kampung tempat tinggalnya, yaitu Baderun dan Samiran dari Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Keduanya merupakan sosok pejuang yang gugur dalam perjuangan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada peristiwa Agresi Militer Belanda I tahun 1947.

Pada lokasi penembakan kedua pejuang tersebut, pemerintah telah mengabadikan perjuangan mereka dalam bentuk prasasti atau tugu tetenger yang hingga kini masih terawat dengan baik. Kedua tugu tersebut berada di wilayah dusun yang sama dengan jarak sekitar 500 meter. Pada masing-masing tugu tercantum nama Baderun dan Samiran serta keterangan bahwa keduanya gugur pada 23 Agustus 1947.

SMPM 5 Pucang SBY

Jenazah kedua pejuang awalnya dimakamkan di pemakaman umum dusun setempat. Namun, pada tahun 1961, jenazah keduanya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Banyuwangi.

Baderun kemudian dianugerahi pangkat anumerta Letnan Kolonel, sedangkan Samiran dianugerahi pangkat anumerta Kapten. Nama keduanya kini juga diabadikan sebagai nama jalan utama di Desa Setail. Terinspirasi dari sejarah di kampung halamannya, Reyhan kemudian mengangkat kisah tersebut dalam sebuah karya berjudul “Pahlawan Tanpa Seragam.”

Tampil Total

Dalam membawakan karyanya, Reyhan tampil total sejak proses latihan hingga persiapan properti. Ia membawa replika miniatur tugu tetenger Baderun dan Samiran sebagai bagian dari pendukung penampilannya.

Reyhan juga mengenakan pakaian menyerupai pejuang, menggambarkan sosok Baderun yang dikenal sebagai seorang santri. Selain itu, ia memadukan penampilannya dengan kostum ala tentara Belanda untuk mengekspresikan adegan dialog antara Baderun dan pasukan kompeni sebelum peristiwa penembakan.

Penampilan tersebut juga didukung sejumlah properti tambahan berupa bendera-bendera kecil Merah Putih yang ditancapkan pada botol air mineral yang dibalut kertas berwarna merah dan putih.

Berkat persiapan yang matang dan penampilan maksimal, Reyhan berhasil mengungguli peserta lain dari berbagai SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Banyuwangi. Prestasi tersebut mengantarkan siswa SMA Muhammadiyah 2 Genteng itu meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Bercerita tingkat Kabupaten Banyuwangi. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 29/08/2026 11:27
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu