Menandai berakhirnya tahun pelajaran 2025/2026, MI Muhammadiyah 28 Surabaya (MIM Dupan) menggelar ajang kreativitas akbar bertajuk Pentas Seni: Indahnya Warna Budaya Nusantara.
Acara ini berlangsung meriah pada Ahad (14/06/2026) bertempat di Balai Teknik Sanitasi.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pentas seni kali ini menjadi momen perdana di mana seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 mendapatkan kesempatan untuk tampil di atas panggung.
Penampilan mereka dikemas apik dalam ragam pertunjukan yang menampilkan kekayaan budaya nusantara.
Wadah Salurkan Bakat dan Kreativitas
Dalam sambutannya, Kepala MIM Dupan, Rohim MPd, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan. Melainkan wadah nyata untuk menyalurkan bakat dan kreativitas siswa setelah satu tahun penuh menghadapi berbagai penilaian dan ujian.
Secara khusus, ia menyebut acara ini sebagai “Dupan Spectacular Performance”.
“Ini adalah miniatur dari apa yang ada di dalam MI Muhammadiyah 28 Surabaya. Setelah satu tahun anak-anak belajar dan menghadapi ujian, saatnya kita tutup tahun pelajaran ini dengan kegembiraan melalui pentas seni” ujar Rohim.
Dalam kesempatan tersebut, Rohim juga menegaskan komitmen sekolah dalam membentuk karakter siswa yang seimbang antara akademik, kreativitas, serta iman dan taqwa (Imtak).
Sebagai bukti nyata pengembangan bakat non-akademik, MIM Dupan secara resmi meluncurkan program ekstrakurikuler baru. Yaitu Band Cilik, yang diharapkan dapat menyeimbangkan potensi seni para siswa.
Tidak hanya unggul di bidang seni, MIM Dupan juga menorehkan prestasi akademik yang luar biasa di tingkat kota Surabaya.
Rohim mengumumkan bahwa berdasarkan hasil ujian TKA (Tes Kemampuan Akademik), MIM Dupan berhasil bersaing ketat dengan ratusan madrasah lainnya.
Peringkat TKA MIM Dupan
Sebagai informasi, MIM Dupan meraih peringkat 24 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dari total 165 MI se-Surabaya. Kemudian pPeringkat 25 untuk mata pelajaran Matematika dari total 165 MI se-Surabaya.
Prestasi dan kualitas pendidikan yang disajikan MIM Dupan membuahkan kepercayaan yang luar biasa dari masyarakat Kelurahan Bangkingan (Lakar Santri) dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari lonjakan drastis jumlah siswa baru untuk tahun ajaran mendatang.
Meskipun meluluskan 35 siswa kelas 6, MIM Dupan justru kebanjiran pendaftar hingga mencapai 69 siswa baru. Antusiasme yang tinggi ini membuat sekolah memutuskan untuk membuka 3 kelas baru, melebihi rencana awal yang hanya menyediakan 2 kelas.
Melihat kuota yang semakin terbatas, Rohim mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak usia SD atau TK-B untuk segera memanfaatkan program Indent Penerimaan Siswa Baru (PPDB) tahun ajaran 2027/2028 yang kini sudah resmi dibuka.
”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kepercayaan penuh dari para wali murid. Mari bersama-sama mengawal putra-putri kita agar tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dengan fondasi karakter yang kuat” tegasnya.
Hadir pula dan memberikan sambutan dalam acara tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lakarsantri Bidang Pendidikan, Dr Warsidi MM.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan rasa bangga dan pujiannya atas perkembangan luar biasa yang ditunjukkan oleh MIM Dupan.
Lebih lanjut, Warsidi menegaskan bahwa kemajuan pesat MIM Dupan berjalan selaras dengan besarnya jaringan pendidikan Muhammadiyah di Indonesia yang kini memiliki hampir 6.000 sekolah dan lebih dari 170 Perguruan Tinggi.
Pentingnya Memupuk Jiwa Seni
Di tengah persaingan ketat, sekolah Muhammadiyah tetap menjadi pilihan utama karena selalu mengedepankan keseimbangan ilmu.
”Saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu wali murid, tidak salah jenengan menyekolahkan putra-putrinya di MI Muhammadiyah ini. Di sini, iman dan takwa benar-benar dinomor satukan. Selain ilmu dunia, anak-anak kita dibekali dengan ilmu akhirat, mulai dari belajar qori hingga kitab kuning” ungkapnya.
Terkait dengan agenda pentas seni yang sedang berlangsung, Warsidi menyebutnya sebagai ajang aplikasi kreativitas dan inovasi yang sangat baik agar anak-anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang penakut.
Ia juga sangat mendukung rencana Kepala MIM Dupan, Rohim MPd yang akan meluncurkan program ekstrakurikuler Band Cilik.
Menurutnya, mengasah jiwa seni pada anak usia sekolah memiliki korelasi positif terhadap kecerdasan akademik mereka. Ia mencontohkan tokoh besar pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang juga dikenal piawai bermain alat musik biola.
“Orang-orang yang sukses itu bukan hanya yang fokus pada pelajaran saja, tetapi jiwa seninya juga dipupuk. Biasanya, orang yang pintar dan memiliki jiwa seni yang baik, urusan lainnya akan lebih gampang masuk dan berkembang” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Warsidi mengingatkan bahwa impian besar MIM Dupan untuk menjadi sekolah yang terus unggul hanya bisa terwujud melalui kerja sama yang solid. Sekolah tidak bisa berjalan sendirian tanpa dukungan dari elemen lainnya.
”Sekolah ini akan menjadi sangat maju jika ada kolaborasi yang kuat antara tiga pilar: pihak sekolah, wali murid, dan siswa itu sendiri. Di sinilah peran penting Komite Sekolah sebagai jembatan yang menghubungkan antara sekolah dan orang tua” pungkasnya.
Melalui sinergi dan kolaborasi yang harmonis ini, ia optimistis cita-cita para orang tua untuk melihat anak-anaknya tumbuh menjadi generasi yang sukses di dunia, paham agama, serta menjadi anak yang sholeh dan sholiha dapat benar-benar tercapai.





0 Tanggapan
Empty Comments