Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Bangun Karakter, Bukan Sekadar Fisik

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Bangun Karakter, Bukan Sekadar Fisik
Karakter dalam Muhammadiyah bukan sesuatu yang baru muncul dan dimunculkan tanpa akar sejarah, worldview, konsep, teori dan paradigma. (Muhsin MK/PWMU.CO).

Oleh: Muhsin MK

Karakter dalam Muhammadiyah bukan sesuatu yang baru muncul dan dimunculkan tanpa akar sejarah, worldview, konsep, teori dan paradigma.

Karakter dalam persyarikatan sudah dibangun oleh pendiri dan murid-muridnya yang termasuk assabiqul awwalun (generasi pertama) sebelum Muhamadiyah berdiri.

Arti karakter disini, sebagaimana menurut KBBI, adalah tabiat; sifat-sifat dari kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang (tampak) membedakan seseorang dengan makhluk yang lain; atau watak.

Adapun Karakter yang dibangun persyarikatan Muhammadiyah sudah dimulai dari diri pribadi KH Ahmad Dahlan.

Karena itu melakukan kajian dan mempelajari pribadi beliau menjadi penting untuk melihat seberapa besar, kuat dan tingginya nilai- nilai karakter yang dibangunnya di dalam tubuh persyarikatan.

Sosok dan Karakter Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan adalah sosok yang memiliki karakter mulia dan terpuji. Sebab dirinya sendiri berusaha untuk memegang teguh pada prinsip dan ajaran Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah.

Selain itu Ahmad Dahlan hidup di lingkungan keluarga dan kaumnya. Yaitu dalam masyarakat Kauman yang umumnya termasuk golongan santri. Di kampungnya, beliau tentu mendapatkan pendidikan karakter yang cukup baik, luas dan mendalam.

Apalagi beliau mendapatkan didikan langsung dari orang tuanya. Seorang penghulu keraton yang faham dan memahami nilai-nilai agama (spiritual) cukup mendalam, sekaligus nilai-nilai budaya (kultural) Jawa yang kental.

Terlebih lagi nilai-nilai moral dan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Ini juga mempengaruhinya sejak masa-masa kecil, hingga beliau dewasa dan berkeluarga.

Ahmad Dahlan mendirikan persyarikatan dengan nama Muhammadiyah adalah agar anggota-anggotanya dapat mengikuti uswah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Apalagi Rasulullah telah diutus sebagai rahmatan lil alamin (rahmat bagi sekalian alam), (QS. Al Anbiya:107). Beliau juga ditugaskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam rangka menyempurnakan akhlakul karimah (karakter mulia).

Atas dasar itu persyarikatan Muhammadiyah juga didirikan untuk membangun karakter umat dan bangsa Indonesia.

SMPM 5 Pucang SBY

Tentunya dimulai dengan cara membangun karakter kader, anggota, jamaah dan simpatisan yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia terlebih dahulu. Sesudah itu barulah membangun karakter masyarakat lingkungannya.

Sebelum berdirinya Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan sudah mendirikan madrasah. Lembaga pendidikan Islam ini tidak hanya mengajarkan Al Qur’an dan Sunnah bagi anak-anak didiknya.

Ia juga memberikan pendidikan ke Islaman, ahlakul karimah, budi pekerti dan adab-adab Islam. Hal ini merupakan fondasi utama membangun karakter generasi penerus dan pemimpin persyarikatan di masa yang akan datang.

Begitu pula kegiatan pengajian Al-Ma’un telah membangun karakter tentang kepedulian atau solidaritas sosial, keikhlasan, pengorbanan, keseriusan, keuletan dan amal shaleh yang telah dirasakan maslahatnya.

Termasuk didalamnya menyantuni anak-anak yatim-piatu, terlantar, fakir-miskin dan kaum duafa yang berada dan tinggal di lingkungan masyarakat sekitarnya.

Muhammadiyah dan bangunan fisik

Melihat Muhammadiyah dewasa ini memang mengagumkan dan membanggakan dengan berdirinya berbagai bangunan fisik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Setiap orang yang melihat Muhammadiyah dari Sabang (Aceh) ke Merauke (Papua) tentu yang tampak nyata pada kemajuan fisik dengan beraneka bangunan bertingkat dan menjulang tinggi.

Sebagai organisasi massa (ormas) Islam, tentu Muhammadiyah dinilai telah mengalami suatu kemajuan luar biasa.

Ini karena memiliki sejumlah bangunan fisik bertingkat tinggi di mana-mana. Kemajuan bangunan fisik ini bagi Muhammadiyah tentu bukan ukuran utama dalam keberhasilan dan tercapainya tujuan.

Bagi Muhammadiyah bangunan fisik yang berdiri megah dan tinggi hanya sebuah simbol dari nilai yang diperjuangkannya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 22/06/2026 00:55
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu