Penampilan murid inklusi menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Haflah Akhirussanah dan Parade Tasmi’ SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang (SD Mutu Kagumi) yang digelar di Gedung KPRI Balongpanggang, Kamis (18/6/2026). Kehadiran mereka di atas panggung bersama murid reguler menunjukkan keterlibatan seluruh peserta didik dalam kegiatan tahunan sekolah tersebut.
Pada sesi unjuk bakat, murid inklusi tampil bersama murid reguler membawakan lagu Laskar Pelangi karya Nidji. Penampilan tersebut dipadukan dengan gerakan tangan dan bahasa tubuh yang telah dipersiapkan selama proses latihan.
Murid laki-laki kelas 2 berkolaborasi dengan dua murid inklusi laki-laki dari kelas 3 dalam penampilan tersebut. Mereka menyanyikan lagu secara bersama-sama di hadapan wali murid, guru, dan tamu undangan yang hadir.
Guru pembimbing sekaligus shadow teacher SD Mutu Kagumi, Wulan Ega Sanjaya, S.Pd., mengatakan bahwa proses latihan bagi murid inklusi memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
“Melatih anak-anak, terutama anak inklusi, membutuhkan pendekatan hati dan kesabaran ekstra. Namun, melihat mereka bisa berdiri tegak dengan penuh percaya diri, tersenyum, dan bergerak kompak bersama teman-temannya di atas panggung sebesar ini adalah kebahagiaan yang tidak ternilai bagi seorang guru,” ujarnya.
Menurut Wulan, keterlibatan murid inklusi dalam kegiatan sekolah menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kepercayaan diri mereka.
Penampilan tersebut merupakan hasil latihan yang dilakukan secara bertahap dengan pendampingan guru. Selama proses persiapan, murid inklusi berlatih bersama teman-teman sekelasnya agar dapat tampil dalam satu formasi yang sama saat acara berlangsung.
Kegiatan Haflah Akhirussanah dan Parade Tasmi’ tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi capaian akademik dan hafalan siswa, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kemampuan seni dan keterampilan yang dimiliki.
Melalui penampilan lagu Laskar Pelangi, murid inklusi dan murid reguler menunjukkan semangat kebersamaan dalam mengikuti kegiatan sekolah. Kehadiran mereka di atas panggung menjadi bagian dari rangkaian acara yang melibatkan seluruh unsur peserta didik tanpa membedakan latar belakang maupun kebutuhan belajar masing-masing.
Partisipasi murid inklusi dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan pelaksanaan pendidikan inklusif di lingkungan sekolah. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran maupun pengembangan bakat, sekolah memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan potensinya masing-masing. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments