Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Murid Kelas I SD Mugres Belajar Alat Ukur Tidak Baku di Lab Sains Aurora

Iklan Landscape Smamda
Murid Kelas I SD Mugres Belajar Alat Ukur Tidak Baku di Lab Sains Aurora
Murid kelas I SD Mugres Kampus mempelajari alat ukur tidak baku di Lab Sains Aurora. (Rina Dwi Astuti/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ada hal unik dan berbeda dirasakan oleh murid kelas I SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A. Mereka mengikuti pembelajaran matematika dengan cara yang seru di Laboratorium Sains Aurora (Lab Aurora) pada Rabu (29/4/2026).

Sebanyak enam kelas bergiliran menuju Lab Aurora sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selama kegiatan, mereka didampingi oleh wali kelas serta guru pendamping bagi murid berkebutuhan khusus.

Antusiasme murid sudah terlihat sejak awal. Dengan wajah ceria dan penuh semangat, mereka berbondong-bondong menuju laboratorium yang terletak di lantai 2. Bagi para murid, belajar di luar ruang kelas menjadi pengalaman yang sangat dinanti-nanti.

Guru kelas I, Rina Dwi Astuti SPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan suasana belajar yang segar agar murid tidak merasa bosan.

“Anak-anak belajar alat ukur tidak baku melalui praktik langsung. Mereka mengukur panjang dan tinggi benda-benda konkret di laboratorium, seperti meja, peta, dan lemari, lalu menuangkan hasilnya ke dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD),” jelas Rina.

Setibanya di lab, para murid dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengenakan jas laboratorium layaknya ilmuwan cilik.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, ice breaking untuk mencairkan suasana, serta penjelasan mengenai aturan keselamatan selama berada di dalam laboratorium.

Selanjutnya, perwakilan kelompok mengambil undian untuk menentukan alat ukur tidak baku yang akan mereka gunakan, seperti depa, jengkal, stik es krim, dan balok.

SMPM 5 Pucang SBY

Alat-alat tersebut kemudian digunakan untuk mengukur berbagai benda di sekitar mereka. Setelah mendapatkan alat ukurnya masing-masing, para siswa mulai bekerja sama menyelesaikan tantangan di Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Suasana belajar terasa sangat aktif komunikasi antar murid terjalin saat mereka saling mencocokkan hasil pengukuran.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya menyerap teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman empiris. Penggunaan benda konkret terbukti membantu siswa kelas rendah untuk lebih mudah memahami konsep matematis yang abstrak.

“Harapannya, anak-anak jadi lebih menyukai matematika karena mereka merasakannya sebagai pelajaran yang seru dan aplikatif,” tambah Rina.

Salah satu murid kelas I RH Syarkawi, Savreino Afkarian Wijaya mengaku sangat menikmati momen tersebut.

“Senang bisa belajar di luar kelas dan mengukur benda-benda bareng teman-teman. Seru banget!” ungkapnya dengan polos. (*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 04/05/2026 10:42
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡