Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nongkrong Di Antara Sebab dan Adab

Iklan Landscape Smamda
Nongkrong Di Antara Sebab dan Adab
Oleh : Muhsin MK

Karena itu Islam tidak mengajarkan umatnya melakukan aktivitas yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sesuai perintah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya,

“Dari Abu Sa’id bin Malik bin Sinan al-Khudri radhyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membahayakan orang lain”. (Malik dalam al-Muwaththa’ II/571 no. 31, Ad-Dâraquthni III/470 no. 4461, Al-Baihaqi VI/69, Al-Hâkim (II/57-58).

Adab ketiga: Menjawab Salam

Pada saat sedang nongkrong ada orang-orang yang lewat adalah hal yang biasa memberi salam bagi sesama muslim.

Apalagi memberikan salam pada siapa pun saat berjumpa, sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hendaklah yang kecil memberi salam pada yang lebih tua, hendaklah yang berjalan memberi salam pada yang sedang duduk, hendaklah yang sedikit memberi salam pada yang banyak”. (HR. Bukhari, no. 3231, 3234, dari jalur ‘Atha’ bin Yasar; no. 6232; Muslim, no. 2160).

Kepada yang sedang nongkrong dan berada di jalan adalah wajib menjawab salam bila ada yang memberi salam. Sesuai dengan perintah Allah Azza Wa Jalla,

“Apabila kamu dihormati dengan suatu tahiyyah (penghormatan), maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu”. (QS. An Nisa: 86).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi penegasan tentang wajibnya menjawab salam dalam sabdanya,

“Hak sesama Muslim ada lima: membalas salamnya, menjenguknya ketika ia sakit, mengikuti jenazahnya yang dibawa ke kuburan, memenuhi undangannya dan bertasymit (ucapan hamdalah) ketika ia bersin” (HR. Bukhari no.1164, Muslim no.4022).

SMPM 5 Pucang SBY

Adab Keempat: Amar Makruf Nahi Munkar

Bagi yang sedang nongkrong juga diharuskan melaksanakan amar makruf atau menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Hal ini merupakan perintah Allah kepada setiap muslim dimana pun mereka berada termasuk pada yang nongkrong. Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla,

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang munkar…”. (QS. Ali Imran:110).

Selain itu melaksanakan amar makruf nahi munkar sebagai bagian dari tolong menolong, (QS. At Taubah:71) bagi yang nongkrong dan orang yang sedang lewat, apalagi pada sesama muslim.

Ada orang yang tersesat dan mengalami kesulitan dalam perjalanan, menjadi tugas yang nongkrong buat menolongnya. Sebaliknya bila ada orang yang melakukan kejahatan (munkar), yang nongkrong harus bertindak mencegah dan mengatasinya.

Bagaimana cara mencegah dan menghadapi suatu kemungkaran, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberikan langkah-langkah antisipasi nya. Seperti disebutkan dalam sabdanya,

“Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman“. (HR Muslim no.49).

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 06/07/2026 13:45
  • Danar Trivasya Fikri - 02/07/2026 16:14
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu