Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan menggelar Workshop Manajemen Pengelolaan Masjid bertajuk “Optimalisasi Peran Pengelola Masjid sebagai Pusat Dakwah dan Sosial Kemasyarakatan”.
Acara ini berlangsung di Aula KH. Ahmad Dahlan pada Minggu (12/07/2026).
Kegiatan strategis ini diinisiasi atas kerja sama sinergis antara Majelis Pustaka, Informasi, Digitalisasi, Pengembangan Cabang, Ranting dan Masjid (MPID-PCRPM) PDM Kota Pasuruan, Takmir Masjid Darul Arqom, serta Lazismu Kota Pasuruan.
Puluhan perwakilan takmir masjid Muhammadiyah se-Kota Pasuruan tampak memadati lokasi acara untuk mengikuti pembinaan intensif ini.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Kota Pasuruan, Ustadz Anang Abdul Malik, menyampaikan pentingnya mentadaburi Al-Qur’an sebagai kunci kebahagiaan dan kesuksesan dalam mengelola umat.
Ia menekankan dua pilar utama berdasarkan nilai mulia Islam, yakni menegakkan shalat dan gemar berbagi kebahagiaan (kemaslahatan sosial).
Masjid Sebagai Solusi Generasi Muda
Workshop kali ini menghadirkan dua pemateri kompeten di bidang pengembangan ranting dan pengelolaan masjid:
Sesi pertama diisi oleh H Ir Deddy Wahyudi MM Ketua LPCR-PM PCM Kedungkandang, Kota Malang. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi “Masjid Solusi Permasalahan Anak Muda”.
Dalam paparannya, ia menyoroti urgensi menjadikan masjid sebagai “rumah kedua” bagi keluarga, khususnya generasi milenial dan Gen Z.
“Tempat berkarir terbaik bagi anak muda sebenarnya adalah di masjid. Karena di sanalah karakter, kepribadian, dan akhlak mereka dibentuk” ujar Deddy.
Ia Di samping itu, ia turut membagikan strategi pentingnya memakmurkan jamaah shalat subuh sebagai tolok ukur kebangkitan sebuah masjid.
Lebih lanjut, sesi kedua dibimbing oleh H Ahmad Ridho Pambudi MPd dengan tema ” Lazismu Sebagai Solusi Keuangan Umat”.
Kang Ridho, sapaan akrabnya, menjabat sebagai Wakil Ketua LPCR-PM PWM Jawa Timur sekaligus Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Pasuruan.
Ia membedah materi mengenai sinergi Lazismu sebagai solusi permasalahan keuangan dan ketakmiran warga masjid.
Kemandirian finansial masjid dinilai mutlak diperlukan agar gerak langkah dakwah tidak terhambat dan bisa terus menopang berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di sekitarnya.
Melalui workshop ini, MPID-PCRPM PDM Kota Pasuruan berharap masjid-masjid Muhammadiyah di wilayah Pasuruan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual.
Melainkan bertransformasi menjadi ujung tombak pelayanan umat, penggerak ekonomi, serta benteng moral bagi generasi muda. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments