Pengurus Forum Silaturahmi Kepala Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah (Foskam) jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Jawa Timur resmi dilantik dalam sebuah acara yang digelar pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Hall SD Muhammadiyah 4 Surabaya dan diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Muhammadiyah Jawa Timur.
Acara ini dihadiri oleh pengurus Foskam SD/MI, pengurus Foskam SMP/MTs, serta pengurus Foskam SMA, SMK, dan MA dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pada acara pelantikan tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si., menyampaikan arahan strategis terkait penguatan kualitas sekolah Muhammadiyah ke depan.
Dalam sambutannya, Prof. Khozin menekankan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan lembaga pendidikan.
Menurutnya, silaturahmi tidak hanya berdampak secara spiritual, tetapi juga mampu memperpanjang usia institusi serta memperluas jejaring dan peluang kemajuan sekolah.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kualitas dan prestasi harus menjadi dasar utama sebelum diperkuat dengan strategi branding.
Lebih lanjut, ia mengangkat tagline “Sekolah Muhammadiyah Bersih Berkemajuan” sebagai refleksi kondisi nyata di lapangan. Berdasarkan hasil kunjungan ke berbagai daerah, masih ditemukan sekolah yang kurang terawat. Oleh karena itu, kebersihan, baik lingkungan, pikiran, maupun manajemen, menjadi syarat utama untuk mencapai kemajuan.
“Bersih sekolahnya, bersih hatinya. Maju sekolahnya, maju gurunya, maju siswanya,” ujarnya.
Selain itu, Prof. Khozin juga mendorong sekolah-sekolah besar, khususnya yang memiliki jumlah siswa di atas 500, untuk mulai mengembangkan program internasionalisasi. Ia mencontohkan kerja sama dengan sekolah di Australia serta kunjungan ke Tiongkok sebagai langkah konkret dalam memperluas wawasan dan kemitraan global. Penguasaan bahasa asing seperti Inggris, Mandarin, dan Jepang juga dinilai penting untuk menunjang kesiapan tersebut.
Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur berkomitmen memetakan kebutuhan pendidikan lanjutan bagi guru dan kepala sekolah. Program beasiswa dan kuliah dengan biaya terjangkau hingga lulus untuk jenjang magister (S-2) di perguruan tinggi Muhammadiyah juga disiapkan guna meningkatkan kompetensi pendidik secara berkelanjutan.
Di bidang teknologi, Prof. Khozin menegaskan pentingnya inovasi robotika yang bersifat aplikatif dan solutif. Ia mencontohkan robot pengantar obat dan makanan di rumah sakit Muhammadiyah sebagai implementasi teknologi tepat guna.
Selain itu, ia juga menyoroti ketertinggalan Indonesia dalam pengembangan mobil listrik dibandingkan Tiongkok. Oleh karena itu, sekolah kejuruan Muhammadiyah diharapkan mampu beradaptasi dan tidak hanya berfokus pada perakitan, tetapi juga menciptakan inovasi mandiri.
Melalui pelantikan ini, diharapkan pengurus Foskam yang baru dapat memperkuat sinergi antar-sekolah serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah yang unggul, bersih, dan berkemajuan di Jawa Timur. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments