Pelepasan Kontingen Tapak Suci Kota Probolinggo menuju Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup XI Tahun 2026 ditandai dengan pemasangan kain sembong, body protector, dan aksesori kepala kepada tiga perwakilan atlet.
Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor PDM Kota Probolinggo, Selasa (22/9/2026).
Sebanyak 145 atlet Tapak Suci Kota Probolinggo akan berlaga dalam kejuaraan tersebut. Pemasangan perlengkapan pertandingan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo menjadi simbol kesiapan para atlet memasuki arena pertandingan sekaligus membawa nama baik Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Probolinggo.
Bendahara PDM Kota Probolinggo Drs. Luqman Hakim, M.M. berpesan kepada para atlet agar tidak hanya mempersiapkan kemampuan teknik, tetapi juga memperkuat kondisi fisik dan mental.
Luqman Hakim yang pernah menjadi atlet pada masa mudanya, meskipun bukan atlet pencak silat melainkan sepak bola, menekankan bahwa kesiapan fisik dan mental menjadi bagian penting bagi seorang atlet.
Menurutnya, kemampuan teknik perlu diimbangi dengan kondisi tubuh yang prima dan mental yang kuat. Atlet juga harus mampu menjaga fokus, disiplin, serta kepercayaan diri ketika menghadapi pertandingan.
Pesan tentang karakter atlet disampaikan Wakil Ketua PDM Kota Probolinggo Drs. Sugi Sulaiman. Ia mengingatkan para atlet Tapak Suci agar senantiasa mengedepankan akhlaqul karimah sebagai salah satu ciri khas atlet Tapak Suci.
Menurutnya, akhlaq tidak hanya ditunjukkan ketika berada di gelanggang, tetapi juga melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak harus lebih mengedepankan Akhlaqul Karimah sebagai Atlet Tapak Suci. Itu menjadi ciri khas Atlet Tapak Suci,” pesannya.
Ia mencontohkan adab makan dan minum. Para atlet hendaknya tidak makan atau minum sambil berdiri maupun berjalan.
“Misalnya makan camilan sambil berjalan atau minum es kemasan sambil berjalan, jangan sampai itu dilakukan oleh Atlet Tapak Suci,” pesannya.
Sugi Sulaiman juga menyampaikan bahwa ketiga putra-putrinya merupakan atlet berprestasi di Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kedekatannya dengan dunia pembinaan atlet dan nilai-nilai yang ditanamkan dalam Tapak Suci.
Sementara itu, Ketua PDM Kota Probolinggo Drs. Muhammad Dawam Ichsan, M.Si. memberikan pesan agar seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
Ia mengingatkan bahwa prestasi bukan satu-satunya tujuan. Cara meraih prestasi juga harus dijaga dengan kejujuran dan kehormatan.
“Lebih baik kalah terhormat daripada menang karena curang,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para atlet agar tetap menjunjung sportivitas, kejujuran, dan kehormatan sebagai bagian dari karakter kader Tapak Suci.
Tiga atlet mengikuti prosesi pemasangan perlengkapan sebagai simbol kesiapan kontingen. Ketiganya turun pada kategori pertandingan yang berbeda.
Livia Dinia Putri akan bertanding di kelas G remaja putri. Pemasangan body protector dilakukan oleh Ketua PDM Kota Probolinggo Drs. Muhammad Dawam Ichsan, M.Si.
Sementara Muhammad Ghufron Fahmiilirrohman akan turun di kelas D dewasa putra. Pemasangan body protector dilakukan oleh Wakil Ketua PDM Kota Probolinggo Drs. Kris Hananto.
Adapun Ranynditha Viska Asyarina akan berlaga pada kategori Seni Jurus Tunggal Remaja Putri. Ia mengikuti prosesi pemasangan aksesori kepala oleh Bendahara PDM Kota Probolinggo Drs. Luqman Hakim, M.M.
Keikutsertaan 145 atlet tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Tapak Suci Kota Probolinggo dalam memberikan ruang kepada kader-kader mudanya untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman, serta membangun mental bertanding.
Kejuaraan Wali Kota Cup XI Tahun 2026 tidak hanya menjadi arena untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter. Para atlet diharapkan mampu menunjukkan sportivitas, disiplin, keberanian, akhlaqul karimah, dan semangat persaudaraan di dalam maupun di luar gelanggang.
Dengan bekal teknik, kesiapan fisik, mental, dan akhlaq yang baik, kontingen Tapak Suci Kota Probolinggo siap berlaga dengan membawa semangat berprestasi tanpa meninggalkan jati diri sebagai kader Tapak Suci Putera Muhammadiyah.





0 Tanggapan
Empty Comments