Grup Jidor Pemuda Bersinar turut memeriahkan Gelar Budaya dan Melekan IKPI dalam rangka 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, Kamis (24/9/2026) malam.
Acara yang digelar di Tribun Barat Lapangan Basket, depan Kantor MA Al-Ishlah, berlangsung meriah. Di bawah sinar lampu dan rembulan yang belum bulat penuh, malam 13 Rabiul Akhir 1448 H tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antarkelompok jidor di Sendangagung dan Sendangduwur.
Sebanyak 19 personel Grup Jidor Pemuda Bersinar tampil kompak mengenakan seragam batik dan peci hitam. Mereka berpose dengan salam empat jari sebagai simbol 4 Dasawarsa Al-Ishlah.
Pemuda Bersinar menjadi salah satu dari tujuh grup jidor yang diundang panitia untuk tampil di hadapan sekitar 200 hadirin Ikatan Keluarga Ponpes Al-Ishlah (IKPI). Para hadirin duduk lesehan menikmati musik tradisi pesisir tersebut.
Ketua Grup Jidor Pemuda Bersinar, Farih Hamdan, S.PdI, bersama 19 personel yang tergabung dalam Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Sendangagung, mengaku bangga mendapat kesempatan tampil dalam acara tersebut.
“Al-Ishlah tidak hanya kawah candradimuka bagi pendidikan agama tetapi juga wadah embrio bagi pemain musik jidor tingkat pemula, selamat dan sukses Ponpes Al-Ishlah yang telah memasuki 40 tahun,” ujar Hamdan yang menjabat Ketua PRPM Sendangagung ini.
Menurut Hamdan, pelestarian jidor tidak dapat dilepaskan dari peran pesantren. Al-Ishlah disebut telah mengawali lahirnya Jidor Santri pada 2018, kemudian Jidor Surya Nada pada 2022, dan PRPM meniru berdiri pada 2023.
Al-Ishlah dinilai berhasil menjadi laboratorium awal bagi anak-anak muda Sendangagung untuk belajar tabuhan, vokal, dan kekompakan sebelum tampil di tengah masyarakat.
“Panitia Gelar Budaya dan Melekan IKPI luar biasa, sukses menampilkan dan menghimpun seniman jidor dari berbagai kalangan di Dasawarsa ke-4 Al-Ishlah, yunior-senior, tua-muda, Muhammadiyah-NU” imbuhnya.
Gelar Budaya tersebut menampilkan tujuh grup jidor, yakni Surya Nada, Pemuda Bersinar, Rono Joyo, Gema Nusa Budaya, Roso Buwono, Warna Baru, dan Golden Star.
Kehadiran Pemuda Bersinar menjadi salah satu gambaran regenerasi musik jidor di kalangan pemuda Muhammadiyah Sendangagung yang terus bersinergi dengan pesantren.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku seni jidor lintas generasi dan latar belakang untuk menjaga keberlangsungan musik tradisi pesisir di Sendangagung dan Sendangduwur.





0 Tanggapan
Empty Comments