Semangat kebersamaan, refleksi, dan kesinambungan perjuangan mewarnai Resepsi Milad ke-94 dan Sarasehan Pemuda Muhammadiyah Kota Batu yang digelar di Hall Basecamp Kaliwatu Center, Sabtu (2/5/2026).
Mengusung tema “Pemuda Muhammadiyah Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”, kegiatan ini menjadi momentum istimewa karena menghadirkan para ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Batu dari berbagai periode, mulai 2002 hingga 2027.
Milad kali ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang kontemplasi kolektif tentang perjalanan panjang Pemuda Muhammadiyah dalam bertumbuh, beradaptasi, dan mengakar dalam perjuangan persyarikatan.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai pilar gerakan sekaligus “dapur gizi” bagi persyarikatan.
Ia menekankan tiga pilar utama gerakan pemuda, yakni kewirausahaan, kebangsaan, dan kaderisasi.
“Pemuda harus siap menjadi lokomotif perjuangan Muhammadiyah. Jangan sampai patah semangat dalam mengajak dan menggerakkan. Bahkan dengan cara sederhana seperti makan bersama atau ngopi, selama itu untuk Muhammadiyah, itu adalah bentuk pelayanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberlangsungan Muhammadiyah selama ini tidak lepas dari kontribusi orang-orang ikhlas yang berjuang tanpa pamrih.
“Kita harus saling menguatkan. Muhammadiyah akan terus maju jika pemudanya tidak pernah lelah berjuang,” tegasnya.
Sarasehan: Menyambung Nafas Perjuangan
Puncak kegiatan diisi dengan sarasehan lintas generasi yang menghadirkan para mantan ketua PDPM Kota Batu. Mereka berbagi pengalaman, nilai, serta pesan strategis bagi kader masa kini.
K.H. Arif Saifudin, M.Ag. (Ketua periode 2002–2006 dan 2006–2010) menyampaikan pesan melalui rekaman dari Mekkah, tempat ia bertugas sebagai petugas haji tahun 2026.
“Pemuda adalah masa depan umat dan bangsa. Siapkan diri menjadi harapan terbaik Muhammadiyah. Jika pemudanya baik, maka lahirlah kader-kader yang luar biasa,” pesannya.
Abdur Rochman, S.T., M.Si. (Ketua 2010–2014) menekankan pentingnya kebanggaan berproses di Pemuda Muhammadiyah.
“Bangga menjadi bagian Pemuda Muhammadiyah. Terus belajar dan bersiap memimpin. Study now, lead tomorrow,” ujarnya.
Zakki Fitroni, M.Pd. (Ketua 2014–2018) menyampaikan dengan gaya santai namun tajam.
“Pemuda boleh santai, boleh guyon, tapi harus serius dalam perjuangan. Kuncinya ikhlas, adaptif, dan inovatif. Karena setiap zaman punya tantangannya sendiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Lukmanul Hakim, S.T. (Ketua 2018–2023) mengingatkan pentingnya menjaga marwah organisasi.
“Muhammadiyah itu besar. Kita harus menjaga kepercayaan yang sudah dibangun. Menjadi muda itu sebentar, tapi proses menuju kedewasaan itu panjang,” katanya.
Ketua PDPM saat ini, Ir. Ido Prasetio, S.Pt., IPM. (periode 2023–2027), menegaskan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas.
“Amanah bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan untuk berkhidmat. Pemuda harus berani tampil beda dan menjadi tolok ukur gerakan Muhammadiyah,” tegasnya.
Sarasehan tersebut menghasilkan satu benang merah penting: keikhlasan dan keistiqamahan adalah fondasi utama perjuangan. Pemuda Muhammadiyah dituntut tidak hanya menjadi penonton perubahan zaman, tetapi hadir sebagai kontributor nyata kebaikan.
Kemandirian, termasuk dalam aspek finansial, juga menjadi penekanan sebagai modal penting dalam menopang gerakan.
Acara ditutup dengan doa dan harapan agar Pemuda Muhammadiyah Kota Batu terus bertumbuh, mengakar kuat, serta menjadi lokomotif kebangkitan umat menuju Indonesia yang lebih maju.
Selamat Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah. Terus bertumbuh, terus mengakar, dan terus berkontribusi untuk negeri. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments