Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dan pentasyarufan daging kurban yang digelar Perguruan Muhammadiyah Bayan pada Kamis (28/5/2026) atau 11 Zulhijah 1447 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Bayan tersebut menjadi agenda rutin Iduladha yang melibatkan berbagai unsur amal usaha Muhammadiyah di wilayah Bayan.
Guru, karyawan, pengurus Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, hingga para santri tampak bergotong royong mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyembelihan hewan kurban hingga pendistribusian daging kepada masyarakat.
Selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, kegiatan kurban tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada siswa, santri, dan masyarakat sekitar.
Ketua Panitia Idulkurban Perguruan Muhammadiyah Bayan, Nurul Hasanah, M.Pd.I., menjelaskan bahwa pada Iduladha tahun ini panitia menyembelih dua ekor sapi dan delapan ekor kambing.
“Tahun ini Perguruan Muhammadiyah Bayan menyembelih dua ekor sapi dan delapan ekor kambing yang kemudian didistribusikan kepada kurang lebih 600 penerima,” ujarnya.
Menurutnya, distribusi daging kurban menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo, di antaranya Kecamatan Bayan, Grabag, Kutoarjo, Butuh, dan Banyuurip.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari syiar Perguruan Muhammadiyah Bayan sekaligus bentuk nyata kepedulian sosial Muhammadiyah kepada masyarakat.
“Agenda ini menjadi syiar Perguruan Muhammadiyah Bayan agar keberadaan sekolah dan amal usaha Muhammadiyah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan kurban tahun ini melibatkan berbagai amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Bayan. Mulai dari TK, KB, dan PAUD ‘Aisyiyah Bayan, SD Muhammadiyah Bayan, SMP Muhammadiyah Jono, hingga Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan.
Selain itu, kegiatan juga didukung Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bayan serta masyarakat sekitar.
Kebersamaan terlihat sejak pagi hari ketika guru, karyawan, relawan, dan santri bekerja sama mempersiapkan proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban.
Sebagian bertugas menangani penyembelihan hewan, sementara yang lain membantu proses pencacahan, pembungkusan, hingga penyaluran daging kepada masyarakat penerima.
Partisipasi aktif para santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan menjadi salah satu hal yang menarik perhatian. Para santri ikut terlibat langsung dalam pembungkusan dan pentasyarufan daging kurban sebagai bagian dari pembelajaran praktik ibadah dan pendidikan karakter Islami.
“Anak-anak belajar langsung tentang makna pengorbanan, keikhlasan, gotong royong, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar salah seorang panitia.
Ketua Perguruan Muhammadiyah Bayan, H. Amad Darusman, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan kurban bersama menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh amal usaha Muhammadiyah di Bayan.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya agenda tahunan, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi siswa dan santri.
“Agenda penyembelihan bersama ini selain sebagai bentuk kolaborasi Perguruan Muhammadiyah Bayan dari tingkat TK, KB, PAUD, SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren, tentunya juga menjadi bentuk ibadah dan momentum mengasah rasa kepedulian, kebersamaan, serta kekompakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup dilakukan di ruang kelas, tetapi juga harus diwujudkan melalui kegiatan nyata yang mampu membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Melalui kegiatan penyembelihan dan pentasyarufan daging kurban tersebut, Perguruan Muhammadiyah Bayan berharap nilai keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari syiar Islam dan dakwah Muhammadiyah yang menekankan pentingnya kebermanfaatan bagi umat dan lingkungan sekitar.





0 Tanggapan
Empty Comments