Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur, Dr. H. Suli Da’im, M.M., memprediksi final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina akan menjadi salah satu laga puncak paling menarik dalam sejarah sepak bola modern.
Menurutnya, kedua tim memiliki karakter permainan yang berbeda, namun sama-sama layak tampil di partai final.
Suli Da’im menilai Spanyol memiliki sedikit keunggulan karena menunjukkan performa yang lebih konsisten sepanjang turnamen. Permainan kolektif, penguasaan bola yang dominan, serta disiplin organisasi tim menjadi modal utama La Roja untuk menghadapi juara bertahan Argentina.
“Saya melihat peluang Spanyol sedikit lebih besar untuk menjadi juara. Kekuatan mereka terletak pada kolektivitas tim, bukan hanya bergantung kepada satu pemain. Namun pertandingan final selalu sulit diprediksi karena ditentukan oleh detail-detail kecil,” ujar Suli Da’im.
Menurut Suli Da’im, harapan terbesar Spanyol berada di pundak Lamine Yamal. Pemain muda tersebut dinilai memiliki kreativitas, kecepatan, serta keberanian dalam duel satu lawan satu yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja.
Selain Yamal, ia juga menilai Pedri akan menjadi otak permainan Spanyol dalam mengatur ritme pertandingan.
Sementara itu, Rodri disebut sebagai kunci keseimbangan tim, terutama dalam memutus serangan balik Argentina. Di sektor sayap, kecepatan Nico Williams diyakini dapat menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan.
Di kubu Argentina, Suli Da’im menegaskan bahwa Lionel Messi tetap menjadi pemain paling berbahaya dan berpotensi menjadi penentu hasil pertandingan.
“Messi adalah pemain yang selalu mampu membuat perbedaan. Dalam pertandingan sebesar final Piala Dunia, pengalaman, visi bermain, dan kualitas individunya bisa menjadi faktor pembeda. Walaupun usianya tidak lagi muda, ia tetap menjadi inspirasi sekaligus motor serangan Argentina.”
Selain Messi, Suli Da’im menilai Lautaro Martínez akan menjadi andalan Argentina dalam penyelesaian akhir.
Ketajamannya di depan gawang serta kemampuannya memanfaatkan peluang sekecil apa pun dinilai patut diwaspadai.
Di lini tengah, Enzo Fernández diperkirakan memegang peran penting dalam distribusi bola, sedangkan penjaga gawang Emiliano Martínez berpotensi menjadi penentu apabila pertandingan harus berlanjut hingga babak adu penalti.
Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan IX yang meliputi Ponorogo, Ngawi, Magetan, Trenggalek, dan Pacitan itu menilai final akan berlangsung sangat ketat karena mempertemukan dua filosofi sepak bola yang berbeda.
Spanyol diperkirakan akan mendominasi penguasaan bola dan mengendalikan ritme permainan. Sebaliknya, Argentina akan mengandalkan efektivitas serangan balik serta pengalaman para pemainnya dalam pertandingan besar.
“Apabila Spanyol mampu menguasai lini tengah dan membatasi ruang gerak Messi, peluang mereka menjadi juara akan semakin besar. Sebaliknya, jika Argentina mampu memaksimalkan transisi cepat dan efektivitas penyelesaian akhir, mereka bisa mempertahankan gelar juara dunia,” katanya.
Suli Da’im yang juga pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya (FEB Umsura) memprediksi Spanyol akan keluar sebagai juara dengan kemenangan tipis 2-1 atas Argentina.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa final Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan sehingga hasil akhirnya sangat bergantung pada kesiapan mental, disiplin taktik, serta kemampuan para pemain memanfaatkan setiap peluang yang ada.





0 Tanggapan
Empty Comments