Setelah mengikuti tes wawasan, calon kader Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) kembali mengikuti tahapan recruitment. Kali ini, mereka menjalani tes wawancara, mengaji, dan hafalan doa harian, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan berlangsung sebagai bagian dari rangkaian recruitment PR IPM Spemutu periode 2026-2027. Dalam tahapan ini, calon kader tidak hanya diuji kemampuan berorganisasi, tetapi juga aspek keislaman, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta penguasaan doa-doa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tes wawancara dilakukan untuk menggali motivasi, kesiapan, pengalaman, serta komitmen calon kader dalam mengikuti proses organisasi. Sementara tes mengaji dan doa harian menjadi bagian dari upaya melihat kesiapan calon kader dalam aspek keagamaan.
Menariknya, proses pengujian turut melibatkan kader IPM kelas 9. Mereka diberi kesempatan menjadi penguji dalam tahapan recruitment tersebut. Keterlibatan ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi kader senior untuk menjalankan peran dalam proses kaderisasi.
Tes tersebut melibatkan Kepala Urusan Kesiswaan Beny Firmansyah, S.Pd., Kepala Urusan ISMUBA, serta Pembina PR IPM Spemutu Yatik, S.Pd. sebagai penguji dan pendamping proses recruitment.
Pembelajaran Kepemimpinan
Beny Firmansyah, S.Pd., mengatakan keterlibatan siswa dalam proses kaderisasi merupakan bagian dari pembelajaran kepemimpinan.
“Recruitment IPM bukan sekadar memilih pengurus baru. Di dalamnya ada proses belajar menjadi seorang pemimpin. Karena itu, calon kader perlu memiliki keseimbangan antara kemampuan berorganisasi, pemahaman keislaman, dan kesiapan untuk bertanggung jawab terhadap amanah yang nantinya diberikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Urusan ISMUBA Spemutu menyampaikan bahwa tes mengaji dan doa harian memiliki peran penting dalam melihat kesiapan calon kader dari sisi keagamaan.
“IPM merupakan organisasi pelajar Muhammadiyah yang tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai Islam. Karena itu, kemampuan membaca Al-Qur’an dan memahami doa-doa harian menjadi bekal penting bagi kader. Harapannya, nilai-nilai keislaman tidak hanya terlihat dalam tes, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Pembina PR IPM Spemutu, Yatik, S.Pd., menilai keterlibatan kader kelas 9 sebagai penguji memberikan pengalaman tersendiri dalam proses regenerasi.
“Kaderisasi itu harus berjalan dari pelajar untuk pelajar. Ketika kader kelas 9 ikut terlibat menjadi penguji, mereka belajar bagaimana berkomunikasi, memberikan penilaian, dan menjalankan tanggung jawab. Di sisi lain, calon kader juga belajar mempersiapkan diri untuk melanjutkan estafet kepemimpinan IPM,” jelasnya.
Ia berharap seluruh tahapan recruitment dapat menjadi pengalaman yang bermakna bagi peserta.
“Kami berharap proses ini bukan hanya menghasilkan pengurus baru, tetapi juga melahirkan kader yang memiliki kemauan untuk belajar, berproses, dan memberikan kontribusi bagi sekolah serta organisasi,” tambah Yatik.
Tahapan tes wawancara, mengaji, dan doa harian ini menjadi kelanjutan dari tes wawasan yang sebelumnya telah diikuti calon kader. Rangkaian recruitment tersebut diarahkan untuk menyiapkan kader PR IPM Spemutu yang memiliki wawasan, kemampuan keislaman, karakter kepemimpinan, serta kesiapan menjalankan amanah organisasi periode 2026-2027. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments