Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rihlah Mubarokah CMA dan MTK PDA Kota Malang, Menguatkan Ukhuwah dan Dakwah Berkemajuan

Iklan Landscape Smamda
Rihlah Mubarokah CMA dan MTK PDA Kota Malang, Menguatkan Ukhuwah dan Dakwah Berkemajuan
Rihlah Mubarokah CMA dan MTK PDA Kota Malang, Menguatkan Ukhuwah dan Dakwah Berkemajuan. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Wisata tidak selalu identik dengan rekreasi semata. Bagi Corps Muballighat ‘Aisyiyah (CMA) dan Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Malang, perjalanan dapat menjadi media dakwah, pembelajaran, kaderisasi, sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rihlah Mubarokah yang mengusung tema “Bahagia Berwisata, Menguatkan Ukhuwah, Meneguhkan Dakwah Berkemajuan” pada Rabu–Kamis (8–9/7/2026) di Banyuwangi.

Kegiatan ini diikuti peserta Kajian Keluarga Sakinah dari berbagai unsur ‘Aisyiyah Kota Malang. Hadir pula jajaran Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Malang beserta Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Sukun, Blimbing, dan Lowokwaru. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat dakwah melalui pembinaan kader yang lebih hangat, edukatif, dan menyenangkan.

Sejak awal keberangkatan, seluruh rangkaian kegiatan dikemas dalam nuansa religius. Perjalanan diawali dengan doa safar sebagai bentuk tawakal kepada Allah Swt. Menjelang Subuh, peserta melaksanakan salat Subuh berjamaah di dalam bus setelah adzan dikumandangkan oleh Ustaz Sasmita. Zikir Subuh kemudian dipimpin Sekretaris MTK PDA Kota Malang, Hijriatul, S.Pd.

Suasana spiritual terus terjaga sepanjang perjalanan melalui kegiatan tartil dan tadabbur Thaharatul Qulub yang dibagi dalam sepuluh bab. Lima bab dipelajari selama perjalanan menuju Banyuwangi, sedangkan lima bab lainnya dikaji saat perjalanan pulang. Tadabbur dipandu jajaran pimpinan MTK PDA Kota Malang bersama Ketua PCA Sukun sehingga perjalanan panjang berubah menjadi majelis ilmu yang penuh keberkahan.

Selain memperkuat sisi spiritual, kegiatan ini juga menjadi sarana kaderisasi muballighat. Melalui sesi review Buku Keluarga Sakinah, setiap perwakilan cabang diberi kesempatan mempresentasikan materi yang telah ditentukan panitia. Kegiatan tersebut menjadi latihan berdakwah sekaligus mengasah kemampuan berbicara di depan forum sebagai bekal menyampaikan risalah Islam di tengah masyarakat.

Destinasi pertama rombongan adalah Pantai Pulau Merah, Banyuwangi. Keindahan pantai dimanfaatkan sebagai ruang mempererat persaudaraan melalui kegiatan MERAK (Merajut Keakraban) dan Gema Sakinah, yaitu permainan edukatif yang sarat nilai dakwah dan kebersamaan. Di sela-sela kegiatan, peserta diajak mentadabburi kebesaran Allah melalui panorama alam yang memukau.

Di lokasi yang sama, peserta juga mengikuti cooking class pembuatan sale pisang bersama Ibu Istianah. Selain menjadi instruktur, ia juga menjadi tuan rumah yang menyediakan tempat menginap dan konsumsi bagi seluruh rombongan. Kehangatan semakin terasa dengan sambutan keluarga besar PCA dan PCM Siliragung Banyuwangi yang menerima rombongan dengan penuh kekeluargaan.

Malam harinya, perjalanan menuju tempat menginap kembali diisi dengan zikir Magrib di dalam bus. Keesokan dini hari, peserta melaksanakan salat Tahajud, dilanjutkan salat Subuh berjamaah, doa, dan zikir pagi. Setelah sarapan, rombongan menikmati suasana pedesaan Banyuwangi dengan memetik buah naga langsung dari kebun milik Ibu Istianah sebagai wujud rasa syukur atas nikmat Allah Swt.

Berbagi Praktik Baik Dakwah

Puncak kegiatan berlangsung saat rombongan melakukan silaturahmi dengan PDA Banyuwangi di Aula Masjid KH Ahmad Dahlan Banyuwangi.

SMPM 5 Pucang SBY

Ketua PDA Banyuwangi menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi dakwah antardaerah.

Mewakili PDA Kota Malang, Rina, S.Pd., memaparkan berbagai program unggulan CMA dan MTK PDA Kota Malang. Paparan tersebut diperkuat Ketua MTK PDA Kota Malang, Dra. Nur ‘Aini Al Mascatty, yang menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan dalam melahirkan muballighat yang tangguh.

Forum berlangsung interaktif melalui sesi berbagi pengalaman dan praktik baik. MTK PDA Banyuwangi memperkenalkan program anjangsana bulanan ke seluruh PCA serta anjangsana antar-ranting setiap Jumat pekan pertama. Program tersebut dinilai efektif menjaga komunikasi organisasi sekaligus memastikan pembinaan berjalan hingga tingkat ranting.

Sementara itu, Rina menjelaskan bahwa MTK PDA Kota Malang terus mengembangkan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman melalui kajian daring yang rutin diselenggarakan. Program tersebut didukung kerja sama dakwah bersama RRI, pembinaan guru Al-Qur’an TK ABA se-Kota Malang, serta pengembangan program DIKSA dan LKBH Keluarga Sakinah sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.

Dra. Nur ‘Aini Al Mascatty mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme peserta mengikuti kajian maupun Rihlah Mubarokah. Menurutnya, semangat belajar yang terus terpelihara menjadi modal penting untuk melahirkan muballighat yang memiliki pemahaman keislaman yang kuat sekaligus mampu menyampaikan dakwah dengan hikmah dan penuh kasih sayang.

Pertemuan tersebut menjadi ruang saling belajar yang penuh inspirasi. Tidak ada sekat antara tuan rumah dan tamu. Semua hadir dengan semangat saling menguatkan, bertukar pengalaman, dan membangun kolaborasi demi menghadirkan dakwah Islam berkemajuan yang semakin membumi.

Usai bersilaturahmi, rombongan melanjutkan perjalanan pulang dengan singgah di Pantai Bohay sebagai penutup perjalanan yang penuh kesan.

Rihlah Mubarokah tahun ini membuktikan bahwa wisata dapat menjadi media dakwah, kaderisasi, pembelajaran, sekaligus penguatan ukhuwah. Melalui kegiatan yang memadukan nilai edukasi, spiritualitas, dan kebersamaan, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman yang membahagiakan, tetapi juga membawa pulang semangat baru untuk terus mengembangkan dakwah ‘Aisyiyah yang mencerahkan.

Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak kader dari berbagai tingkatan organisasi sehingga lahir muballighat-muballighat yang tangguh, berwawasan luas, mampu membangun kolaborasi antardaerah, serta menjadi penggerak dakwah Islam berkemajuan bagi kemaslahatan umat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 12/07/2026 19:43
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu