Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Banyuwangi bersama Morula IVF Indonesia dan Merck menggelar seminar bertajuk “Untuk Para Pejuang Garis Dua: Bersama Menemukan Jalan Menuju Buah Hati” di Aston Hotel Banyuwangi, Ahad (9/8/2026).
Seminar yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut membahas berbagai informasi seputar fertilitas, termasuk teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi dan bayi tabung. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan pengembangan layanan fertilitas melalui kerja sama RSI Fatimah Banyuwangi dengan Morula IVF Indonesia.
Direktur RSI Fatimah Banyuwangi, dr. Widowati, Sp.An-TI, mengatakan kerja sama tersebut merupakan upaya untuk mendekatkan akses masyarakat Banyuwangi terhadap informasi dan layanan fertilitas.
“Harapan kita bukan hanya kerja sama dengan Morula, tapi juga nanti mendekatkan inovasi bioteknologi itu antara jarak ibu kota dengan masyarakat di Banyuwangi,” ujarnya.
Hadirkan Sejumlah Pakar Fertilitas
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang fertilitas. Mereka adalah Dokter Andrologi dr. Taufiq Hidayat, M.Kes., Sp.And (K), Director Scientific Morula IVF Indonesia Prof. Areif Boediono, Ph.D., Konsultan Fertilitas Morula IVF Indonesia Prof. Dr. dr. Budi Santoso, Sp.OG., Subsp.F.E.R., serta Dokter Obgyn RSI Fatimah Banyuwangi dr. Selamat Widodo, M.Kes., Sp.OG.
Para peserta mendapatkan pemaparan mengenai persoalan fertilitas serta sejumlah pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan oleh pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan.
Puluhan peserta mengikuti seminar dengan antusias. Selain menyimak materi, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi mengenai berbagai pilihan program fertilitas.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pasangan untuk memahami persoalan kesuburan secara lebih komprehensif, sekaligus mengenal perkembangan teknologi reproduksi berbantu yang tersedia dalam pelayanan kesehatan.
Peserta Ingin Memahami Program Fertilitas
Salah satu peserta, Muhammad Rafli, hadir bersama istrinya, Dwi Sartika. Ia mengaku mengikuti seminar tersebut karena ingin memperoleh informasi lebih jauh mengenai bayi tabung dan inseminasi.
“Kami punya rencana ke depannya akan melakukan program inseminasi,” tutur Rafli.
Menurutnya, seminar tersebut memberikan tambahan pengetahuan mengenai berbagai pilihan program fertilitas yang dapat dipertimbangkan bersama pasangan dan tenaga medis.
Persiapan Pengembangan Layanan
Kerja sama antara RSI Fatimah Banyuwangi dan Morula IVF Indonesia tersebut juga diarahkan pada pengembangan layanan fertilitas di Banyuwangi.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa layanan klinik bersama terkait program bayi tabung di RSI Fatimah Banyuwangi direncanakan mulai dikembangkan pada 2027. Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan fertilitas kepada masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.
Selain seminar dan konsultasi, panitia juga menyediakan sejumlah fasilitas dan program bagi peserta, di antaranya pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal, konsultasi dengan dokter obgyn, serta informasi mengenai program pemeriksaan dan layanan fertilitas.
Adapun fasilitas dan program yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut mencakup PGT-A untuk satu embrio, USG transvaginal, serta potongan biaya program bayi tabung. Peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti undian hadiah berupa layanan bayi tabung (IVF).
Melalui seminar tersebut, RSI Fatimah Banyuwangi bersama Morula IVF Indonesia berupaya membuka akses informasi yang lebih luas mengenai kesehatan reproduksi dan fertilitas. Kehadiran para ahli juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pemahaman langsung sebelum menentukan langkah penanganan bersama tenaga medis.
Bagi pasangan yang sedang menjalani perjuangan memperoleh keturunan, informasi yang tepat menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan. Karena itu, edukasi mengenai fertilitas diharapkan dapat membantu masyarakat memahami kondisi kesehatan reproduksi sekaligus mengetahui pilihan layanan yang tersedia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments