Upaya meningkatkan kualitas kelulusan terus dilakukan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat). Sebanyak 110 guru dan karyawan mengikuti Workshop Pembuatan Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar di Hotel Arayana Trawas, Mojokerto, pada 22–23 Juni 2026. Melalui kegiatan ini, sekolah menargetkan sedikitnya 50 siswa mampu meraih nilai istimewa pada TKA tahun mendatang.
Pada workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya Ahmad Zaini, M.Pd, didampingi Wakil Ketua PCM Farid Effendy, SE, serta Ketua Majelis Dikdasmen PCM Ngagel Suyatno, M.Psi.
Workshop menghadirkan dua narasumber dari Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PP Muhammadiyah, yakni Ria Puspita Sari, M.Pd, fasilitator pembelajaran mendalam dan kecerdasan buatan, serta Kazue Salsabella Rachelinda, S.Pd., CMC. Keduanya memberikan materi sekaligus pendampingan intensif mengenai penyusunan soal berbasis TKA.
Kepala SD Mudipat Edy Susanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap bersemangat mengikuti pelatihan meskipun bertepatan dengan hari pertama libur sekolah. Menurutnya, keberhasilan capaian TKA bukan hanya menjadi tanggung jawab guru kelas VI, melainkan seluruh elemen sekolah.

“Kesuksesan TKA adalah tanggung jawab bersama. Guru olahraga, bahasa Jawa, bahasa Inggris, dan seluruh bidang studi harus bergandengan tangan untuk mewujudkannya,” ujarnya pada sesi pembukaan, Senin (22/6/2026).
Edy mengungkapkan, SD Mudipat memasang target besar pada tahun depan, yakni sedikitnya 50 siswa mampu memperoleh nilai istimewa dalam TKA. Untuk mencapai target tersebut, sekolah telah menyiapkan sejumlah strategi.
Langkah pertama adalah melakukan pemetaan kompetensi siswa secara komprehensif sejak kelas IV hingga kelas VI. Program ini diperkuat dengan penguatan literasi informasi serta optimalisasi gerakan wajib baca di perpustakaan.
“Dengan pemetaan sejak dini, sekolah dapat mengidentifikasi potensi sekaligus memberikan intervensi pada aspek akademik yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Edy.
Strategi berikutnya adalah memperkuat pembelajaran berbasis TKA. Melalui workshop ini, para guru didorong menyusun modul ajar dan latihan soal yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Program tersebut juga akan dibarengi pembinaan berkelanjutan serta pelaksanaan try out berkala bagi siswa kelas IV, V, dan VI.
Selain penguatan internal, Mudipat juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses belajar anak di rumah.
Sebagai sekolah berbasis digital, berbagai platform teknologi yang dimiliki akan dioptimalkan untuk memantau perkembangan hasil belajar sekaligus mengevaluasi efektivitas pembelajaran.

“Melalui kolaborasi yang matang antara sekolah dan orang tua, nilai TKA seluruh siswa diharapkan dapat meningkat secara signifikan,” terang pria asal Nganjuk tersebut.
Sementara itu, Ketua PCM Ngagel Surabaya Ah. Zaini mengaku salut atas dedikasi para guru Mudipat yang tetap bersemangat meningkatkan kompetensi di tengah masa libur sekolah.
Ia mengingatkan bahwa perubahan dan peningkatan kualitas tidak akan terjadi tanpa usaha yang sungguh-sungguh.
“Saya punya pengalaman unik saat Ebtanas dulu. Pada tahun pertama, rata-rata nilai Ebtanas saya mencapai 80. Semoga capaian nilai TKA nanti bisa lebih tinggi dari target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan orientasi pendidikan saat ini tidak lagi bertumpu pada kemampuan menghafal, melainkan pada pemahaman dan kemampuan berpikir yang lebih mendalam.
“Dulu ujian lebih banyak menekankan hafalan. Ke depan, yang diutamakan adalah pemahaman. Selamat ber-workshop, semoga kegiatan ini membawa manfaat dan semakin meningkatkan kualitas pendidikan di SD Mudipat,” tuturnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments