SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo terus memperkuat budaya belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter religius siswa melalui berbagai program pembiasaan positif.
Salah satu program unggulan yang kini rutin dilaksanakan adalah Vocabulary Morning, yakni kegiatan pembelajaran kosa kata Bahasa Inggris setiap pagi setelah salat duha bersama.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membiasakan siswa mengenal Bahasa Inggris sejak usia dini dengan metode yang ringan, interaktif, dan mudah dipahami anak-anak.
Suasana belajar yang dikemas santai namun tetap edukatif membuat para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Kegiatan diawali dengan salat duha berjamaah yang dilaksanakan secara tertib dan khusyuk. Setelah itu, siswa langsung mengikuti sesi pengenalan kosa kata Bahasa Inggris yang dipandu guru kelas maupun guru Bahasa Inggris.
Momentum setelah ibadah dipilih karena dinilai menjadi waktu yang tepat untuk membangun konsentrasi sekaligus semangat belajar siswa.
Dalam pelaksanaannya, para siswa dikenalkan berbagai kosa kata sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari nama benda di sekitar kelas, warna, angka, nama hewan, hingga ungkapan percakapan ringan yang biasa digunakan dalam aktivitas harian.
Agar suasana belajar tidak monoton, para guru menggunakan berbagai metode interaktif seperti bernyanyi bersama, permainan edukatif, pengulangan kosa kata secara serempak, hingga praktik pengucapan langsung di depan kelas.
Cara tersebut terbukti membuat siswa lebih mudah mengingat dan berani menggunakan kosa kata baru yang mereka pelajari.
Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo mengatakan bahwa program Vocabulary Morning bukan sekadar pembelajaran bahasa asing, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan penguatan kemampuan akademik siswa secara seimbang.
“Setelah salat duha, kondisi anak-anak biasanya lebih siap dan lebih semangat menerima pembelajaran. Karena itu, pembiasaan kosa kata Bahasa Inggris ini diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi siswa dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Dia menambahkan, penguasaan bahasa asing saat ini menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikenalkan sejak dini.
Namun demikian, sekolah tetap menempatkan nilai-nilai religius sebagai pondasi utama dalam proses pendidikan.
“Anak-anak tidak hanya dibentuk menjadi siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, disiplin, dan percaya diri. Kami ingin pendidikan agama dan kemampuan global berjalan beriringan,” tambahnya.
Antusiasme siswa tampak jelas selama kegiatan berlangsung. Dengan penuh percaya diri, mereka mengikuti arahan guru, mengulang kosa kata bersama-sama, bahkan beberapa siswa secara bergiliran maju ke depan kelas untuk mempraktikkan pengucapan Bahasa Inggris yang baru dipelajari.
Suasana kelas pun terlihat hidup. Gelak tawa dan semangat siswa mewarnai proses pembelajaran, terutama saat guru menyisipkan permainan edukatif dan kuis ringan.
Pendekatan belajar seperti ini dinilai efektif untuk menghilangkan kesan bahwa Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sulit.
Salah seorang guru Bahasa Inggris menjelaskan bahwa pembiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari akan memberikan dampak besar terhadap kemampuan berbahasa siswa di masa depan.
“Anak-anak sebenarnya cepat menyerap bahasa baru jika dikenalkan dengan cara yang menyenangkan. Kuncinya adalah konsisten dan membangun keberanian mereka untuk berbicara,” katanya.
Menurutnya, pembelajaran yang dilakukan secara rutin meski singkat akan membantu siswa memperkaya kosa kata sekaligus melatih pelafalan sejak dini.
“Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal teori, tetapi juga terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasi sederhana,” tandasnya.
Program Vocabulary Morning ini juga menjadi salah satu bentuk inovasi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan modern.
Di tengah tantangan era globalisasi, kemampuan komunikasi dalam bahasa asing dinilai semakin penting untuk dimiliki generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, SD Muhammadiyah Plus Kota Probolinggo berharap mampu melahirkan generasi yang religius, cerdas, komunikatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal kemampuan bahasa asing yang baik sejak usia dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments