Di tengah hiruk-pikuk kesibukan organisasi dan kegiatan sosial, pasangan suami-istri Malikan Saputra dan Nur Inayati menemukan cara baru untuk berdakwah: melalui tulisan.
Mereka bukan pasangan biasa. Malikan adalah Bendahara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laren, sementara Nur Inayati menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Laren. Keduanya dikenal aktif menggerakkan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan Muhammadiyah Laren.
Namun, Ahad (26/10/2025) siang itu, keduanya tidak sedang mengurus administrasi organisasi atau memimpin rapat. Mereka duduk berdampingan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Laren, mengikuti Pelatihan Jurnalistik Praktis bertema “Jurnalisme Dakwah: Menyebar Cahaya dengan Tulisan.”
Bagi Malikan dan Nur Inayati, kehadiran di pelatihan itu bukan sekadar menambah wawasan, melainkan juga bentuk komitmen untuk memperluas medan dakwah Muhammadiyah, dari mimbar menuju media.
“Kami ingin menulis agar kegiatan Muhammadiyah dan Aisyiyah tidak hilang begitu saja. Melalui tulisan, nilai-nilai dakwah bisa terus hidup dan menjangkau lebih banyak orang,” ujar Nur Inayati sambil tersenyum.
Pelatihan yang digelar oleh Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) PCM Laren ini menghadirkan dua narasumber dari PWMU.CO: Alfain Jalaluddin Ramadlan, editor sekaligus ustadz Pondok Pesantren Al Mizan Lamongan, dan Fathurrahim Syuhadi, redaktur senior PWMU.CO.
Keduanya membagikan pengalaman seputar cara menulis berita yang menarik, teknik wawancara, hingga etika jurnalistik. Para peserta, termasuk pasangan ini, tampak antusias menyimak setiap penjelasan dan praktik langsung menulis berita.
“Menulis adalah bentuk dakwah yang tak lekang oleh waktu,” ujar Alfain dalam sesi pemaparan. “Sekali tulisan terbit, ia bisa dibaca kapan pun, di mana pun, dan oleh siapa pun.”
Dakwah dalam Harmoni
Meski memiliki kesibukan masing-masing, Malikan dan Nur Inayati selalu berusaha mendukung satu sama lain dalam kegiatan organisasi. Mereka kerap berdiskusi tentang strategi dakwah, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Kini, melalui pelatihan jurnalistik ini, keduanya bertekad menambahkan satu bidang baru dalam perjuangan mereka: dakwah literasi.
“Menulis itu seperti menanam. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tapi jika ditekuni, ia akan tumbuh menjadi pohon kebaikan,” tutur Malikan pelan.
Semangat yang Menular
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 47 peserta dari berbagai lembaga dan organisasi otonom Muhammadiyah di Laren. Antusiasme peserta sangat tinggi. Beberapa bahkan datang dari luar cabang untuk belajar menulis berita dan opini.
Ketua MPID PCM Laren, Slamet Hariadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya budaya menulis di kalangan kader Muhammadiyah.
“Setiap kader harus bisa menulis. Karena menulis berarti mendokumentasikan amal dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan,” ujarnya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan singkat tapi kuat:
“Tiga M: Menulis, menulis, dan menulis.”
Menebar Cahaya Dakwah
Bagi pasangan Malikan dan Nur Inayati, pelatihan ini adalah awal perjalanan baru. Mereka tak ingin berhenti hanya sebagai peserta. Mereka bertekad menjadi penulis dakwah Muhammadiyah, menyebarkan kisah inspiratif dari akar rumput, agar semangat gerakan Islam berkemajuan terus menyala.
Di penghujung acara, keduanya tersenyum sembari menunjukkan hasil tulisan pertama mereka. Bukan sekadar berita, melainkan langkah kecil untuk menebar cahaya dakwah, dengan pena dan keikhlasan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments