Lapangan SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) tampak berbeda pada Senin (25/5/2026). Sekolah tersebut melaksanakan pembelajaran praktik menyembelih hewan kurban dengan menggunakan ayam sebagai media belajar.
Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta, yang terdiri dari siswa serta bapak dan ibu guru, dengan 10 ekor ayam yang disediakan sebagai sarana praktik.
Para peserta terlibat langsung dalam proses penyembelihan sesuai tuntunan syariat Islam. Kegiatan ini menjadi pembelajaran keislaman yang aplikatif, tidak hanya mengenalkan teori, tetapi juga memberi pengalaman nyata tentang tata cara penyembelihan hewan qurban yang benar, aman, dan halal.
Menariknya, dalam kegiatan ini siswa perempuan Spemutu juga turut ambil bagian. Dari sepuluh peserta praktik, satu siswi perempuan tampil berani mengikuti proses penyembelihan. Siswi tersebut adalah Nadia Rachmadina, satu-satunya peserta perempuan dari siswa dalam latihan tersebut.
Nadia mengungkapkan pengalamannya saat mengikuti praktik menyembelih.
“Awalnya saya sangat grogi dan takut karena ini pengalaman pertama. Jujur sempat ragu dan tangan saya gemetar. Tapi setelah dijelaskan dan dibimbing dengan sabar, saya mulai berani,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut justru menjadi hal yang menyenangkan.
“Saya senang sekali bisa ikut praktik ini. Banyak pelajaran yang saya dapat, terutama tentang keberanian, tanggung jawab, dan bagaimana cara menyembelih hewan qurban sesuai syariat. Ini pengalaman yang berkesan dan membuat saya bangga pada diri sendiri,” tuturnya.
Selain siswa, bapak dan ibu guru Spemutu juga ikut ambil bagian sebagai peserta praktik. Salah satunya adalah guru Ismuba, Eka Winsyahputra, yang terjun langsung mengikuti proses penyembelihan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan guru bertujuan memberi contoh dan pendampingan langsung kepada siswa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran keislaman tidak hanya teori di kelas, tetapi juga praktik nyata. Dengan guru ikut serta, siswa menjadi lebih percaya diri dan termotivasi,” ungkapnya.
Sementara itu, pelatih penyembelihan hewan, Muhammad Harun, yang merupakan Juru Sembelih Halal (Juleha), menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk membekali siswa dan guru dengan pemahaman yang benar.
“Menyembelih hewan qurban tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus memenuhi syarat sah, mulai dari niat, alat, hingga teknik penyembelihan agar hewan benar-benar halal dan thayyib,” jelasnya.
Harun menambahkan bahwa antusiasme peserta sangat baik.
“Kami mengapresiasi keberanian para peserta, termasuk siswa perempuan dan guru yang ikut praktik. Dengan pembelajaran seperti ini, diharapkan mereka memiliki bekal ilmu dasar dan keberanian untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan qurban di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Melalui kegiatan latihan menyembelih hewan qurban ini, Spemutu berharap dapat menanamkan nilai keberanian, kebersamaan, serta pemahaman keislaman yang utuh dan bermakna bagi seluruh warga sekolah.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments