Semangat demokrasi terus ditanamkan kepada peserta didik SD Muhammadiyah Manyar melalui rangkaian kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Kelas (Pilkalas). Setelah peserta didik Fase B mengikuti kampanye calon ketua kelas, kini giliran siswa Fase C (kelas V dan VI) yang tampil percaya diri menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka pada Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran karakter yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang proses demokrasi yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab. Melalui kampanye, para calon pemimpin kelas belajar menyampaikan gagasan, sementara peserta didik lainnya berlatih menjadi pemilih yang cerdas dan objektif.
Setiap kelas memiliki tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua kelas yang telah melalui proses penjaringan sebelumnya. Secara bergantian, mereka tampil di hadapan teman-teman di halaman sekolah untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi dan misi, serta memaparkan berbagai program yang akan dijalankan apabila terpilih.
Suasana kampanye berlangsung meriah dan penuh antusias. Beragam gagasan disampaikan oleh para calon, mulai dari meningkatkan kedisiplinan, menjaga kebersihan kelas, mempererat kekompakan antarteman, menciptakan suasana belajar yang nyaman, hingga menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat karakter seluruh warga kelas.
Tidak sedikit pasangan calon yang menyampaikan orasi dengan percaya diri, komunikatif, dan disertai slogan-slogan kreatif yang mengundang semangat serta perhatian para pendengar.
Sampaikan Ide dan Berintegritas
Sebelum kampanye dimulai, Ketua Jenjang Kelas VI, Ustazah Nur Asiyah, S.Pd.I., memberikan pengarahan kepada seluruh peserta didik mengenai makna dan tujuan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kampanye bukan sekadar ajang mencari dukungan, melainkan sarana bagi calon pemimpin untuk belajar menyampaikan ide, menunjukkan integritas, serta bertanggung jawab atas janji yang disampaikan kepada teman-temannya.
Menurutnya, kegiatan ini juga mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus mampu berkomunikasi dengan baik, menyampaikan gagasan secara santun, menghargai pendapat orang lain, serta siap menerima hasil pemilihan dengan sikap lapang dada.
“Kampanye ini menjadi media belajar bagi anak-anak untuk mengenal proses demokrasi sejak dini. Mereka belajar menyampaikan visi, misi, dan program kerja secara jujur, santun, serta bertanggung jawab. Yang paling penting bukan hanya menjadi pemenang, tetapi bagaimana mereka belajar menghargai perbedaan pilihan, bekerja sama, dan siap menerima hasil musyawarah dengan sikap yang dewasa,” tutur Ustazah Nur Asiyah, S.Pd.I.
Tidak hanya para calon yang memperoleh pengalaman berharga, seluruh peserta didik juga belajar menjadi pemilih yang bijaksana. Mereka diajak menyimak setiap penyampaian visi dan misi, kemudian menentukan pilihan berdasarkan kualitas program, sikap, dan kemampuan memimpin, bukan semata karena kedekatan pertemanan.
Kampanye Pilkalas Fase C menjadi salah satu implementasi pembelajaran bermakna di SD Muhammadiyah Manyar. Melalui kegiatan ini, sekolah memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengalami secara langsung proses demokrasi yang sederhana, tetapi sarat nilai pendidikan karakter.
Diharapkan, pengalaman tersebut mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berani tampil di depan publik, mampu mengayomi teman-temannya, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Penanaman nilai-nilai demokrasi sejak sekolah dasar diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat pada masa mendatang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments