Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa SD Muri Jelajah Giri Kedaton, Belajar Sejarah dan Dakwah Sunan Giri

Iklan Landscape Smamda
Siswa SD Muri Jelajah Giri Kedaton, Belajar Sejarah dan Dakwah Sunan Giri
Anak-anak SD Muri dengan serius dan santai mendengarkan cerita sejarah Kedaton Gresik (Erna Hamidah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 134 siswa kelas IV–VI SD Muhammadiyah Kebomas Gresik (SD Muri) Jawa Timur menjelajahi Situs Giri Kedaton, Kamis (1/10/2026). Mengenakan seragam Hizbul Wathan (HW) dan membawa tongkat, siswa mengikuti kegiatan jelajah sejarah dengan penuh antusias.

Perjalanan menuju situs yang berada di kawasan perbukitan tersebut berlangsung dalam suasana ceria. Meski harus melewati sejumlah tanjakan, siswa tetap berjalan dengan semangat. Hembusan angin dan pepohonan di sepanjang perjalanan turut membuat kegiatan semakin menyenangkan.

Didampingi wali kelas, para siswa menelusuri kawasan Giri Kedaton sekaligus mengenal salah satu situs bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan dakwah Islam di Gresik.

Setibanya di puncak, keringat tampak membasahi wajah dan seragam para siswa. Setelah perjalanan cukup menguras tenaga, mereka beristirahat di pelataran tanah di sekitar makam sambil menikmati bekal minuman yang dibawa masing-masing.

Mengenal Sejarah Giri Kedaton

Setelah beristirahat, guru Al-Islam sekaligus PJOK SD Muri, Faruk Mahsun, mengajak siswa mengenal sejarah Giri Kedaton. Sambil menunjuk sejumlah bangunan dan struktur yang ada di lokasi, ia menjelaskan bagian-bagian situs yang masih dapat ditemukan hingga sekarang.

“Tempat yang kalian duduki ini dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah para wali,” tutur Faruk kepada siswa.

Faruk kemudian mengajak siswa berinteraksi dengan mengajukan pertanyaan mengenai tokoh yang berkaitan dengan Giri Kedaton.

“Siapa yang tahu nama Sunan Giri?” tanyanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Nafilah Slamaqil Zunnur mengangkat tangan dan menjawab, “Ainul Yakin, Pak Faruk.”

Faruk menjelaskan, Giri Kedaton merupakan pusat kekuasaan sekaligus dakwah Islam yang didirikan oleh Sunan Giri. Di kawasan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah peninggalan sejarah, seperti bekas tempat mandi keluarga, susunan batu yang diyakini menjadi tempat persidangan, galian yang dahulu digunakan sebagai tempat wudhu, serta sisa dinding atau tembok dari batu bata yang menjadi bagian dari kawasan keraton.

Faruk juga menjelaskan bahwa bangunan keraton yang dahulu terbuat dari kayu telah rusak dimakan usia dan rayap. Sementara bangunan masjid atau mushala yang ada di kawasan tersebut merupakan bangunan baru, bukan peninggalan masa Sunan Giri.

Kegiatan jelajah ini tidak hanya menjadi aktivitas luar kelas, tetapi juga sarana mengenalkan sejarah kepada generasi muda. Guru-guru SD Muri berharap siswa yang tinggal tidak jauh dari berbagai situs bersejarah dapat tumbuh menjadi generasi yang peduli dan turut melestarikan warisan sejarah.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak sekadar mengetahui nama dan kisah tokoh masa lalu, tetapi juga memahami pentingnya menjaga peninggalan sejarah sebagai bagian dari perjalanan dakwah Islam dan warisan bagi generasi berikutnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 02/10/2026 19:47
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu