Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Talent Coding SD Mumtaz, Siswa Kelas 3 Mulai Berkreasi dengan Scratch

Iklan Landscape Smamda
Talent Coding SD Mumtaz, Siswa Kelas 3 Mulai Berkreasi dengan Scratch
Tentor Coding mengarahkan siswa talent coding/ Laela Fauziah
pwmu.co -

Memasuki siang, semangat belajar siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) tetap terasa. Hal itu tampak dari antusiasme 32 siswa saat mengikuti kegiatan Talent Coding, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.30–16.00 WIB tersebut digelar di Lab Komputer Zona 1 SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman. Para siswa tampak serius mengikuti arahan tentor sembari mencoba berbagai instruksi di depan komputer.

Talent Coding kali ini dibimbing Amelia Okta yang akrab disapa Kak Amel. Pada pertemuan tersebut, siswa mulai memasuki materi Scratch setelah sebelumnya mempelajari sejumlah materi dasar.

Pembelajaran coding diberikan secara bertahap. Sebelum mengenal Scratch, siswa terlebih dahulu mendapatkan materi algoritma.

Melalui materi tersebut, siswa dikenalkan pada pentingnya menyusun langkah secara runtut. Mereka belajar bahwa suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih mudah apabila setiap langkah disusun secara teratur.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan komputer. Siswa belajar mengenali perangkat komputer beserta fungsi dasarnya. Mereka juga dibimbing memahami cara menyalakan dan mematikan komputer dengan benar.

Pembiasaan tersebut menjadi bagian penting sebelum siswa menggunakan komputer untuk kegiatan coding.

Kak Amel menjelaskan, materi Talent Coding disusun secara bertahap agar siswa memiliki dasar sebelum masuk pada pemrograman.

“Talent Coding ini berawal dari materi algoritma, pengenalan komputer, cara menyalakan dan mematikan komputer, dan saat ini materinya Scratch,” ujarnya.

Setelah mendapatkan materi dasar, siswa mulai berkenalan dengan Scratch.

Scratch merupakan pemrograman visual yang menggunakan blok-blok perintah. Melalui blok tersebut, siswa dapat menyusun instruksi untuk membuat karakter melakukan tindakan tertentu.

Di depan komputer, siswa mencoba menyusun blok perintah sesuai arahan. Setelah itu, mereka mengamati hasilnya pada layar.

Jika gerakan karakter belum sesuai, siswa kembali memeriksa susunan blok yang dibuat. Mereka mencoba menemukan bagian yang kurang tepat, kemudian memperbaikinya.

Aktivitas tersebut membuat pembelajaran berlangsung secara praktik. Siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi langsung mencoba dan melihat hubungan antara perintah yang diberikan dengan hasil yang muncul.

“Seru Sekali, Loh!”

Bagi siswa, pengalaman belajar coding menggunakan komputer menjadi kegiatan yang menarik. Salah satunya dirasakan oleh Zayn Al Razi, siswa kelas 3.

Zayn mengungkapkan kesannya mengikuti Talent Coding dengan singkat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Talent Coding ini seru sekali, loh,” tuturnya.

Kesan tersebut terlihat dari suasana pembelajaran. Para siswa mengikuti arahan Kak Amel sembari mencoba menyelesaikan tugas yang diberikan.

Melalui praktik sederhana, siswa mulai memahami bahwa komputer tidak hanya digunakan untuk menjalankan aplikasi. Komputer juga dapat menjadi media untuk membuat sesuatu berdasarkan instruksi yang mereka susun sendiri.

Belajar coding melalui Scratch juga mengajak siswa berpikir secara runtut. Mereka perlu memahami fungsi setiap blok dan menempatkannya sesuai urutan agar menghasilkan gerakan yang diinginkan.

Ketika menemukan kesalahan, siswa belajar memperbaikinya. Proses tersebut melatih ketelitian, kesabaran, sekaligus kemampuan memecahkan masalah.

Selain melatih logika, Scratch memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi. Mereka dapat mencoba berbagai perintah dan mengamati perubahan yang terjadi pada karakter di layar.

Pembelajaran ini menjadi pengalaman bagi siswa untuk mengenal teknologi sejak dini. Mereka tidak hanya belajar menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai diperkenalkan pada bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menghasilkan sebuah karya.

Sebanyak 32 siswa kelas 3 mengikuti kegiatan dengan pengalaman dan kemampuan yang beragam. Namun, setiap siswa memiliki kesempatan untuk mencoba dan mengikuti proses pembelajaran.

Dari algoritma, pengenalan komputer, cara menyalakan dan mematikan komputer, hingga kini memasuki Scratch, seluruh materi diberikan secara bertahap.

Tidak semua perintah langsung menghasilkan sesuatu seperti yang diharapkan. Ada kalanya siswa perlu mengulang, mengamati kembali, lalu mencoba memperbaikinya. Proses tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar coding.

Dari algoritma hingga Scratch, siswa belajar mengenal dunia coding secara bertahap. Setiap pertemuan menjadi kesempatan bagi mereka untuk mencoba hal baru, memahami cara kerja sebuah perintah, sekaligus mengembangkan ide melalui komputer.

Talent Coding pun berlangsung dalam suasana yang menyenangkan. Bagi siswa, belajar coding bukan sekadar memahami perintah di layar, tetapi juga belajar berani mencoba, menemukan kesalahan, dan mencari cara untuk memperbaikinya.

Dari sebuah blok perintah sederhana, siswa kelas 3 SD Mumtaz mulai mengenal bahwa teknologi dapat menjadi ruang untuk belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 22/09/2026 16:32
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu