Malam puncak kegiatan kemahiran dan api unggun yang digelar pada (26–27/9/2025) menjadi ajang penuh kreativitas dan semangat kebersamaan bagi para pelajar SMP Muhammadiyah 22 Mantup.
Dalam acara yang diikuti oleh seluruh peserta kemah, penampilan paling dinanti datang dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 22 Mantup, yang tampil sebagai penutup malam pentas seni (pensi) dengan persembahan unik berjudul “Tari Kecak with Barong Bali.”
Penampilan ini menjadi sorotan karena menampilkan perpaduan dua tarian tradisional Bali, yakni Tari Kecak dan Tari Barong, dalam satu harmoni gerak dan irama yang memukau.
Tari Kecak with Barong Bali mengisahkan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan, di mana Barong yang berwujud singa melambangkan kebaikan, sementara Rangda dan Leak menggambarkan kekuatan jahat. Kisah tersebut membawa pesan moral tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara dua kekuatan untuk menciptakan kehormatan dan keharmonisan alam semesta.
Tak hanya sebagai hiburan, tarian ini juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama. Melalui setiap gerakan, para penari menggambarkan bagaimana persatuan dan semangat gotong royong dapat mengatasi segala tantangan.
Konsep Pertunjukkan
Di balik suksesnya penampilan ini, terdapat sosok pelatih yang berdedikasi, yaitu M. Selamet Wahyu, yang bertanggung jawab atas seluruh konsep pertunjukan. Mulai dari latihan tari, musik pengiring, hingga desain kostum dan properti, semuanya digarap dengan tangan kreatifnya. Ia juga turut menciptakan aransemen musik khas yang memperkuat suasana magis dan dramatis khas Bali.
“Saya sangat bangga terhadap anak-anak, terutama kader IPM yang berpartisipasi aktif dalam pentas ini. Tanpa mereka, acara tidak akan semeriah ini. Selain menampilkan seni budaya, mereka juga belajar kerja sama dan kekompakan dalam setiap gerak dan irama,” ujar M. Selamet Wahyu saat ditemui usai penampilan.
Untuk menunjang kemeriahan acara, pihak panitia bahkan menyewa kostum Barong dan Leak dengan harga fantastis, demi menghadirkan nuansa Bali yang autentik. Hal ini terbukti berhasil, karena seluruh peserta dan penonton tampak antusias dan terpukau menyaksikan kombinasi gerak dinamis, sorak khas kecak, serta kemegahan Barong yang menari gagah di tengah cahaya api unggun.
Malam itu menjadi momen tak terlupakan bagi seluruh warga SMP Muhammadiyah 22 Mantup. Penampilan PR IPM tidak hanya menutup acara dengan meriah, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam tentang indahnya kolaborasi budaya dan semangat pelajar Muhammadiyah dalam menghidupkan nilai seni, kebersamaan, dan kerja tim.
Dengan semangat dan kreativitas yang ditunjukkan, penampilan “Tari Kecak with Barong Bali” menjadi bukti nyata bahwa generasi muda Muhammadiyah mampu berinovasi sambil tetap menghargai budaya bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments