Sinergi antara SMP Muhammadiyah 12 Paciran dengan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung dinilai memberikan dampak besar bagi penguatan pendidikan dan amal usaha Muhammadiyah.
Hal itu disampaikan Wakil Pengasuh Ponpes Al-Ishlah yang juga Wakil Ketua PCM Paciran, Drs. KH. Agus Salim Syukran, M.Pd.I, dalam acara Baitul Arqam PRM Sendangagung di Lantai 3 SMPM 12 Paciran, Jumat (17/7/2026).
Dalam paparannya bertema “Merawat Dakwah Muhammadiyah di Sendangagung” KH. Agus Salim merinci tiga manfaat utama dari sinergi sekolah dan pondok.
Pertama, pendidikan siswa SMPM 12 menjadi lebih kuat dari aspek pembinaan moral-spiritual, karakter, kebahasaan, hingga kemampuan baca Al-Qur’an.
Kedua, dengan adanya pondok, siswa SMPM 12 datang dari berbagai penjuru Nusantara sehingga memperluas jaringan dakwah Muhammadiyah.
Ketiga, jumlah siswa SMPM yang besar juga membantu penguatan amal usaha lain di ranting, seperti MIM 13, TK/PAUD, dan TPA.
“Kolaborasi ini bukan hanya menguatkan satu lembaga, tapi menghidupkan ekosistem amal usaha Muhammadiyah secara keseluruhan,” tegasnya.
Namun di sisi lain, KH. Agus Salim juga menyoroti empat problem yang saat ini terjadi di PRM Sendangagung dan perlu segera dibenahi.
Problem yang terjadi: Satu, Ketergantungan pada Pondok, banyak kegiatan ekstra SMPM seperti muhadarah, Pramuka/HW, dan tahfidz mulai mengandalkan tenaga dari Pondok, sementara kader Muhammadiyah kurang muncul.
Kedua, Fokus kader di non-inti, kiprah kader Muhammadiyah cenderung terkonsentrasi pada kegiatan non-inti, meski kegiatan itu tetap diperlukan.
Ketiga, Kontaminasi Orientasi, sebagian kader Muhammadiyah mengalami pergeseran orientasi dalam berkhidmat di persyarikatan.
Empat, Minim pemahaman kebijakan, sebagian kader Muhammadiyah kurang memahami kebijakan pendidikan yang diterapkan di Pondok Al-Ishlah.
Menurutnya, keempat persoalan ini menjadi catatan penting agar estafet dakwah dan kaderisasi di ranting tetap berjalan sehat.
Baitul Arqam Sehari PRM Sendangagung ini diikuti 96 guru dari SMPM 12, MIM 13, TPA Al-Ikhlas 014, dan PAUD Aisyiyah. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama untuk meneguhkan komitmen satu derap langkah dalam bermuhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments