Semangat dan antusiasme terpancar dari wajah para santri saat mengikuti pembukaan latihan mingguan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (GKHW) Qobilah Buya AR. Sutan Mansur Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (PA-PP) Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari orientasi kepanduan bagi santri baru ini berlangsung di halaman Masjid Al-Ghoihab Kampus 2 pada Jumat (17/7/2026).
Meski cuaca cukup terik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para santri untuk mengikuti rangkaian upacara dengan penuh khidmat. Suasana berlangsung meriah sejak awal kegiatan, menandai dimulainya pembinaan karakter melalui Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.
Upacara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Muhammadiyah dan Mars Hizbul Wathan yang dinyanyikan secara lantang dan penuh semangat oleh seluruh peserta.
Pembina GKHW Al-Mizan, Rakanda Yusuf Reza Alfarizi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan kepanduan bukan sekadar agenda rutin atau kewajiban bagi para santri. Menurutnya, Hizbul Wathan merupakan wadah pembentukan karakter yang mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kecakapan, serta jiwa kepemimpinan.
“Melalui Hizbul Wathan, para santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang disiplin, tekun, bertanggung jawab, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh santri baru untuk mengikuti setiap proses latihan dengan sungguh-sungguh agar mampu mengembangkan potensi diri, baik dalam aspek keterampilan maupun akhlak.
Kegiatan pembukaan semakin semarak dengan penampilan spesial dari tim PRAPASUS (Prajurit Pasukan Khusus) GKHW Al-Mizan. Tim tersebut menampilkan demonstrasi LKBBT (Latihan Keterampilan Baris Berbaris Tongkat) yang memukau para peserta.
Penampilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena PRAPASUS merupakan tim yang berhasil meraih Juara II Tingkat Nasional pada ajang Lomba Pengenal Berprestasi (LPB) V yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Candi Banyunibo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Juni 2026 lalu.
Melalui kegiatan ini, Yusuf Reza berharap para santri baru semakin mengenal nilai-nilai kepanduan Hizbul Wathan sebagai sarana pembentukan karakter Islami, jiwa kepemimpinan, serta semangat berkemajuan yang menjadi ciri khas kader Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments