Kabar membanggakan kembali datang dari SD Muhammadiyah 1 Paiton. Salah satu siswa terbaiknya, Ananda Haikal, berhasil mengukir prestasi dalam ajang bergengsi Muhammadiyah Education (ME) Awards 2026.
Dalam kompetisi ISMU in English, Ananda Haikal berhasil meraih Bronze Medal (Medali Perunggu) setelah berkompetisi bersama 125 peserta dari berbagai sekolah.
Kompetisi tersebut dilaksanakan pada Minggu (8/8/2026) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
125 peserta, Satu Panggung
Di tengah persaingan yang cukup ketat, Ananda Haikal tampil dengan penuh percaya diri. Kemampuan berbahasa Inggris yang terus diasah, keberanian untuk tampil, serta persiapan yang dilakukan sebelumnya menjadi bekal penting dalam menghadapi kompetisi tersebut.
Perjalanan menuju podium tentu bukan sesuatu yang instan. Di balik sebuah medali, ada proses belajar, latihan, keberanian menghadapi tantangan, rasa gugup yang harus ditaklukkan, serta semangat untuk tidak mudah menyerah.
“Sebuah prestasi tidak lahir dalam satu hari. Di balik medali ada proses panjang, latihan, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar” terang Pendamping Lomba Ustadzah Ismi.
“Hari ini Ananda Haikal membuktikan bahwa ketika seorang anak diberikan kesempatan untuk berkembang dan berani mencoba, maka akan lahir sebuah pencapaian yang membanggakan” tuturnya.
Bronze Medal yang diraih Ananda Haikal bukan hanya menjadi sebuah penghargaan pribadi. Prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, guru, teman-teman, dan tentunya SD Muhammadiyah 1 Paiton.
“Kami bangga atas perjuangan Ananda Haikal. Medali ini adalah bukti bahwa siswa SD Muhammadiyah 1 Paiton memiliki keberanian untuk tampil, kemampuan untuk bersaing, dan semangat untuk terus berkembang. Semoga prestasi ini tidak membuatnya berhenti, tetapi justru menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi” Ustadzah Ismi.
Dari Satu Medali, Lahir Inspirasi
Keberhasilan Ananda Haikal diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SD Muhammadiyah 1 Paiton untuk tidak takut mencoba hal baru.
Sebab, setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Ada yang unggul di bidang akademik, olahraga, seni, bahasa, maupun bidang lainnya.
Tugas sekolah adalah memberikan ruang, kesempatan, pendampingan, dan dukungan agar setiap potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal.
“Jangan takut gagal ketika mencoba. Karena keberanian untuk melangkah adalah awal dari sebuah prestasi. Teruslah belajar, terus berlatih, dan jangan pernah meremehkan proses kecil yang dilakukan setiap hari” tambahnya
Prestasi Ananda Haikal di ajang MEA 2026 juga menjadi pengingat bahwa kemampuan berbahasa Inggris bukan hanya tentang menghafal kosakata atau memahami tata bahasa.
Namun sekaligus tentang keberanian berkomunikasi, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk tampil di hadapan orang lain.
Kini, Ananda Haikal telah membuktikan bahwa siswa sekolah dasar pun mampu tampil percaya diri dan bersaing dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan peserta.





0 Tanggapan
Empty Comments