Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026, Pengusaha Muhammadiyah Konsolidasikan Ekosistem Bisnis untuk Mendorong Industrialisasi Indonesia

Iklan Landscape Smamda
Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026, Pengusaha Muhammadiyah Konsolidasikan Ekosistem Bisnis untuk Mendorong Industrialisasi Indonesia
pwmu.co -

Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LP-UMKM PWM) DKI Jakarta sukses menggelar Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026 di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri 230 pengusaha dari Jakarta dan sekitarnya dengan mengusung tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia.”

Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026 tidak sekadar menjadi ruang silaturahmi bagi para pengusaha Muhammadiyah. Kegiatan tersebut diarahkan menjadi wadah untuk mempertemukan potensi usaha, membuka peluang kolaborasi, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang saling terhubung.

Direktur SUMU sekaligus Wakil Ketua LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, menegaskan bahwa industrialisasi merupakan jalan penting dalam membangun kemakmuran masyarakat sekaligus bentuk aktualisasi nilai Al-Ma’un dalam konteks abad ke-21.

Menurut Ghufron, gerakan ekonomi Muhammadiyah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan materi. Gerakan tersebut juga perlu diarahkan pada penciptaan lapangan kerja dan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, Muhammadiyah telah memiliki modal ekosistem yang kuat untuk mewujudkan agenda tersebut.

BTM dapat berperan dalam menyediakan akses permodalan. Sementara itu, PTMA memiliki kapasitas riset dan pengembangan pengetahuan. Di sisi lain, puluhan juta warga Muhammadiyah merupakan potensi pasar yang besar.

Berbagai kekuatan tersebut perlu dihubungkan dan dikonsolidasikan agar dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang produktif.

Sejalan dengan itu, Ketua LP-UMKM PP Muhammadiyah, Toni Firmansyah, menegaskan bahwa tantangan utama pengembangan UMKM Muhammadiyah bukan semata-mata pada jumlah pelaku usaha.

Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana potensi tersebut dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi bersama.

Karena itu, diperlukan ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan Persyarikatan, lembaga keuangan, perguruan tinggi, pasar, dan berbagai jaringan Muhammadiyah.

Menurut Toni, kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan rantai nilai bersama, meningkatkan skala dan daya saing usaha, serta mendorong UMKM Muhammadiyah naik kelas dan masuk ke dalam rantai industri yang lebih luas.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abubakar, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya Kopdar SUMU sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan ekonomi Muhammadiyah di Jakarta.

Menurutnya, penguatan ekonomi merupakan bagian penting dari agenda dakwah Muhammadiyah.

Ia berharap konsolidasi pengusaha melalui SUMU dapat berkembang menjadi gerakan ekonomi yang semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarta maupun Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan dan penggerak ekonomi Muhammadiyah, di antaranya Koordinator Bidang UMKM PWM DKI Jakarta Ramilan, S.E., M.M.; Ketua LP-UMKM PWM DKI Jakarta Nosri Sahibi; serta praktisi branding dan marketing Apik Syamsul Rijal.

Selain talkshow dan diskusi, Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026 juga diisi dengan presentasi pengenalan usaha sekaligus penawaran peluang kolaborasi dari 22 pengusaha anggota SUMU.

Sesi tersebut menjadi ruang bagi para pengusaha untuk memperkenalkan produk dan layanan, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang kerja sama secara langsung dengan peserta lainnya.

Melalui Kopdar SUMU DKI Jakarta 2026, SUMU mendorong agar kekuatan ekonomi Muhammadiyah tidak berhenti pada besarnya jumlah pelaku usaha.

Kekuatan tersebut diharapkan berkembang menjadi ekosistem bisnis yang terintegrasi, produktif, dan berdaya saing.

Konsolidasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak kemitraan, perluasan pasar, penguatan rantai pasok, serta kolaborasi bisnis yang memberikan peran strategis dalam mendorong industrialisasi Indonesia.

Revisi Oleh:
  • Satria - 10/08/2026 15:34
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu