Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Waktu Tepat Meluruskan Arah Kiblat secara Manual, Catat Waktunya di Tanggal 28 Mei 2026

Iklan Landscape Smamda
Waktu Tepat Meluruskan Arah Kiblat secara Manual, Catat Waktunya di Tanggal 28 Mei 2026

Memasuki bulan Mei 2026, umat Islam, terutama di Indonesia, punya waktu yang tepat meluruskan arah kiblat secara manual. Apakah kiblat shalatnya selama ini sudah lurus ke Kakbah atau belum. Sebab, pada tanggal 28 Mei 2026, matahari berposisi tepat di atas Kakbah.

Setiap tahun, matahari punya dua kesempatan berada tepat di atas Kakbah, atau rashdul kiblat. Kesempatan itu datang pada setiap tanggal 28 Mei pukul 12.18 waktu Makkah, dan tanggal 16 Juli pukul 12.17 waktu Makkah. Jika dalam tahun Kabisat, tahun yang bisa dibagi 4 tanpa sisa, posisi ini terjadi pada 27 Mei dan 15 juli.

Untuk bulan 28 Mei 2026 ini, jika dikonversi menjadi waktu Indonesia Barat (WIB), posisi matahari tepat di atas Kakbah pada pukul 16.18. Sebab, selsisih waktu antara Makkah dan Indonesia yang masuk WIB adalah 4 jam.

“Ketika matahari tepat di atas Kakbah, yang jatuh pada 28 Mei 2026 pukul 16.18 WIB, adalah waktu yang tepat untuk mengecek arah kiblat kita. Sebab, kiblat dapat dicek hanya dengan mengandalkan bayangan matahari yang tengah berada di atas Kakbah,” jelas Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Dr. Thoat Stiawan, M.H.I.

Dalam praktiknya, tidak perlu langkah rumit untuk menentukan arah kiblat pada 28 Mei 2026 itu. Pengamat cukup menggunakan tongkat atau benda lain sejenisnya, untuk diletakkan di tempat datar dan rata, yang memperoleh cahaya matahari.

Cahaya matahari yang menyinari benda tersebut akan menghasilkan bayangan. “Arah bayangan ini merupakan arah kiblat,” begitu jelas pria yang juga Dekan Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) itu.

SMPM 5 Pucang SBY

Namun, mengukur arah kiblat secara manual ini hanya dapat dilakukan di daerah yang mengalami waktu siang hari yang cerah. “Ia juga hanya berlaku pada daerah yang waktu lokalnya berselisih maksimal 5 hingga 5,5 jam dari waktu daerah Kakbah,” tambah Thoat.

Untuk Indonesia yang masuk Waktu Indonesia Timur (WIT), pengecekan manual ini tidak bisa dilakukan. Sebab, peristiwa rashdul kiblat terjadi ketika matahari sudah terbenam.

Sebagai gambaran, pada tanggal 28 Mei 2026 di Merauke Provinsi Papua, matahari terbenam pada pukul 17.26 WIT atau 15.26 WIB. Padahal matahari di atas Kakbah pada pukul 16.18 WIB atau 18.18 WIT.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 27/05/2026 10:24
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu