Guru kelas dan guru BTQ SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) mengikuti Workshop Deep Learning dan Upgrading Guru Tilawati yang diselenggarakan pada Ahad (29/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam (deep learning), inovatif, serta memperkuat kualitas pembelajaran al-Quran melalui metode Tilawati.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala SD Muhlas, Mursiah, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan workshop sebagai momentum untuk terus bertumbuh sebagai guru pembelajar yang senantiasa meningkatkan kualitas diri.
“Guru yang hebat bukanlah guru yang berhenti belajar, tetapi guru yang terus memperbaiki diri. Melalui workshop ini, mari kita belajar dengan hati yang terbuka, berdiskusi dengan semangat, dan berkolaborasi untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” tuturnya.
Menurut Mursiah, penerapan konsep deep learning harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan berdampak bagi perkembangan peserta didik.
Sementara upgrading Tilawati menjadi upaya penyegaran metode agar pembelajaran al-Quran semakin efektif dalam melahirkan generasi yang cinta al-Quran.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW., “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari), sebagai penguat semangat bahwa setiap guru memiliki peran mulia dalam membimbing lahirnya generasi Qurani.
Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh semangat. Gelak tawa peserta pecah ketika Mursiah menyampaikan pantun jenaka.
“Pagi-pagi minum jamu, singgah sebentar membeli roti. Kalau mengantuk jangan malu, yang malu nanti narasumber sendiri.”
Suasana semakin hidup dengan pantun edukatif yang mengajak guru terus belajar serta pantun Tilawati yang mengobarkan semangat mencetak generasi cinta al-Quran.
Melalui keikutsertaan seluruh guru kelas dan guru BTQ, SD Muhlas berharap hasil workshop ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di kelas.
Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna, karakter peserta didik semakin kuat, dan kualitas lulusan terus meningkat sesuai visi sekolah sebagai sekolah unggul, berakhlak mulia, berprestasi, dan berwawasan lingkungan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments