Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Warga RW 07 Desa Jedong Kini Miliki Peta Terpadu

Iklan Landscape Smamda
Warga RW 07 Desa Jedong Kini Miliki Peta Terpadu
Peresmian Peta Terpadu RW 07 Perum BMI Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 17, Kamis (27/8/2026). (Rani Hamidah/PWMU.CO).
pwmu.co -

Warga RW 07 Perumahan Bumi Mas Indah Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, kini punya “peta jalan” baru untuk mengenali lingkungannya sendiri.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 17 menghadirkan Peta Terpadu RW 07 Perum BMI, Kamis (27/8/2026).

Peta ini menjadi karya yang memadukan informasi pembagian wilayah, nomor rumah, hingga lokasi fasilitas umum dalam satu tampilan yang mudah dibaca.

Kerja Keras 3 Minggu

Di balik selembar peta itu, tersimpan kerja keras selama kurang lebih tiga minggu. Bukan waktu yang singkat, sebab mahasiswa tidak sekadar menggambar garis wilayah.

Mereka turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap detail dari letak rumah warga hingga fasilitas sosial tercatat secara akurat.

Upaya ini sejalan dengan semangat yang digaungkan Badan Informasi Geospasial (BIG), yang menyebut informasi geospasial sebagai fondasi penting dalam perencanaan dan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

BIG bahkan mengembangkan aplikasi Peta Kita untuk mendorong masyarakat ikut terlibat dalam pemetaan wilayahnya sendiri semangat yang tecermin dalam program mahasiswa KKN Kelompok 17 ini.

Proses penyusunan peta dilakukan berlapis: mulai dari pemetaan wilayah, pendataan rumah warga, penentuan batas setiap RT, hingga pencatatan fasilitas umum dan sosial.

Setiap RT ditandai dengan warna berbeda agar warga maupun pihak terkait dapat langsung mengenali pembagian wilayahnya sekilas pandang.

Penanggung Jawab Program Kerja Peta Terpadu, Fardi Ansya dari Universitas Muhammadiyah Sinjai, mengungkapkan bahwa kelengkapan data menjadi alasan utama mengapa proses ini memakan waktu cukup lama.

“Pembuatan peta ini membutuhkan waktu kurang lebih tiga minggu karena kami ingin data yang ditampilkan benar-benar lengkap. Kami tidak hanya mencatat lokasi rumah, tetapi juga mendata nomor rumah, pembagian wilayah setiap RT, serta fasilitas yang ada di Perum BMI” ujarnya.

Ia menambahkan, pendataan dilakukan bertahap dengan pengamatan langsung di lapangan, memastikan setiap informasi yang tertuang benar-benar mencerminkan kondisi wilayah yang sebenarnya  bukan sekadar data di atas kertas.

SMPM 5 Pucang SBY

Hasilnya, peta ini kini memuat ragam fasilitas penting: gereja, masjid, TPQ, aula, lapangan, posyandu, hingga pos ronda di setiap RT.

Sederhana, Namun Komprehensif

Rumah-rumah warga pun diberi nomor sebagai penanda lokasi, menjadikan peta ini lebih dari sekadar gambar wilayah melainkan panduan hidup sehari-hari bagi warganya.

Bagi Tias Riski dari Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, kekuatan peta ini terletak pada kesederhanaannya: semua informasi penting dirangkum dalam satu media saja.

“Kami menyusun peta ini agar informasi mengenai lingkungan Perum BMI dapat dilihat dalam satu media. Dengan adanya penandaan fasilitas dan pembagian wilayah per RT, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenali letak fasilitas di lingkungannya” katanya.

Menurutnya, setiap detail dalam peta disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat, sehingga fungsinya melampaui sekadar penunjuk arah ia menjadi jendela informasi tentang lingkungan itu sendiri.

Harapannya pun sederhana namun bermakna: peta ini bisa menjadi alat bantu bagi pengurus RW dan RT dalam mengelola wilayah. Sekaligus dokumentasi hidup yang merekam persebaran permukiman dan fasilitas warga Perum BMI dari masa ke masa.

Bagi Rani Hamidah dari Universitas Muhammadiyah Cirebon, peta ini adalah simbol dari apa yang seharusnya ditinggalkan sebuah program KKN: sesuatu yang terus hidup dan bermanfaat, jauh setelah mahasiswa kembali ke kampus masing-masing.

“Harapan kami, peta terpadu ini tidak hanya digunakan selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh warga dan pengurus lingkungan sebagai media informasi wilayah RW 07. Kami ingin meninggalkan program yang bermanfaat dan dapat digunakan dalam kegiatan masyarakat” ujarnya.

Setelah tiga minggu proses pendataan dan penyusunan yang penuh dedikasi, Peta Terpadu RW 07 Desa Jedong akhirnya siap diresmikan pada Kamis (27/8/2026) menjadi penutup manis sekaligus warisan nyata dari KKN MAs Kelompok 17 untuk masyarakat Desa Jedong.

Melalui peta ini, harapan besar pun disematkan: agar akses informasi wilayah menjadi lebih mudah, dan warga RW 07 memiliki media pendukung yang terus terpakai dalam berbagai kegiatan di lingkungan mereka.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 28/08/2026 22:12
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu