Pagi yang penuh semangat, Jumat (15/8/2025) saya berkunjung ke MI Muhammadiyah 2 Karangrejo (Mimdaka) Manyar, Gresik, untuk kegiatan pendampingan khusus bagi guru-guru di sana.
Kami memilih topik pendampingan berkaitan dengan numerasi untuk menguatkan pemahaman dan keterampilan dalam menghadapi soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Kegiatan ini bertujuan mengupas karakteristik utama soal AKM Numerasi yang menekankan pada kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hitungan cepat.
Dalam sesi pendampingan, guru diberikan metode praktis cara melatih murid menghadapi soal AKM. Pendekatan yang diajarkan meliputi pembiasaan soal cerita yang menuntut analisis, pemecahan masalah dengan logika, serta pemahaman konsep dasar angka dan operasi matematika dalam konteks nyata. Selain itu, guru juga dilatihkan strategi menjawab soal, seperti memahami soal secara seksama, mencari informasi penting, dan memeriksa kembali jawaban agar tidak terjadi kesalahan sepele.
Yang tak kalah penting, pengawas membimbing guru dalam tips membuat soal yang setara AKM. Soal yang efektif harus mampu menguji kemampuan berpikir kritis dan aplikasi konsep ke masalah nyata, sehingga murid tidak hanya hafal rumus tetapi mampu memahami inti permasalahan numerasi. Soal-soal disusun dengan tingkat kesulitan variatif agar merangsang perkembangan berjenjang keterampilan numerasi.
Kami memulai dari memahami konteks numerasi, apakah personal, sosial budaya, atau saintifik. Lalu kami memahami konten domain numerasi, cakupan dari domain bilangan, geometri dan pengukuran, aljabar, serta data dan ketidakpastian. Di akhir, kami juga mrmahami level kognitif numerasi, yaitu knowing, applying, dan reasoning.
Sebagai pengawas pembina, saya sangat kagum dengan semangat dan antusiasme guru-guru Mimdaka. Mereka tidak hanya berkomitmen meningkatkan kemampuan murid, tapi juga terus belajar untuk memperbarui teknik pembelajaran. Semangat ini menjadi inspirasi dalam upaya bersama memajukan pendidikan numerasi di tingkat dasar.
Kegiatan pendampingan ini merupakan langkah strategis yang menunjukkan bagaimana sinergi antara pengawas, kepala madrasah, dan guru dapat membangun kualitas pendidikan yang lebih baik, terutama dalam menghadapi tantangan asesmen nasional berbasis kompetensi seperti AKM. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments