Sebanyak 1.013 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi dilepas untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Tahun Akademik 2026/2027.
Selama satu bulan ke depan, para mahasiswa akan menjalani praktik mengajar di berbagai sekolah di wilayah Sukoharjo, Surakarta, Klaten, Boyolali, dan Karanganyar, mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/sederajat.
Pelepasan mahasiswa PLP berlangsung pada Senin (13/7/2026). Program ini menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi calon guru karena memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan berbagai teori kependidikan yang telah dipelajari selama di bangku kuliah.
Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum. menjelaskan bahwa seluruh peserta PLP telah dibekali berbagai mata kuliah dasar profesi guru, seperti teori pendidikan, strategi pembelajaran, filsafat pendidikan, hingga praktik microteaching. Bekal tersebut diharapkan menjadi landasan bagi mahasiswa ketika berhadapan langsung dengan peserta didik di sekolah.
“Mahasiswa yang berangkat hari ini bukan lagi sekadar belajar teori, tetapi mulai memasuki ruang praktik sebagai calon pendidik. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk belajar sekaligus mengabdi,” ujarnya.
Anam juga mendorong mahasiswa agar tidak ragu menghadirkan inovasi selama proses pembelajaran. Menurutnya, dunia pendidikan membutuhkan guru-guru muda yang kreatif, adaptif, dan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Ia menegaskan bahwa selain kemampuan akademik, mahasiswa juga harus menjaga integritas, etika, dan sikap profesional selama menjalani praktik di sekolah. Sebab, mereka membawa nama baik UMS sekaligus menjadi representasi calon guru Muhammadiyah yang berkarakter.
“Jadilah mahasiswa yang hebat. Banggalah menjadi mahasiswa FKIP dan FAI yang siap mencerdaskan bangsa dan ikut mendidik generasi negeri ini. Tunjukkan bahwa kalian berasal dari universitas yang hebat dan fakultas yang hebat,” kata Anam.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa seorang guru tidak hanya dikenang karena materi pelajaran yang diajarkan, tetapi juga karena keteladanan, kepedulian, dan cara mendidik dengan hati.
“Peserta didik mungkin akan lupa rumus yang diajarkan, tetapi mereka akan selalu mengingat guru yang mengajar dengan hati, penuh inovasi, dan mampu memberi inspirasi. Karena itu, jadilah guru yang dirindukan,” pesannya.
Anam menutup sambutannya dengan mengajak mahasiswa terus belajar dan menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain.
“Jangan berhenti belajar, jangan berhenti menjadi orang baik, orang yang selalu tersenyum, dan memiliki ilmu yang bermanfaat bagi murid, sekolah, maupun masyarakat. Khairunnas anfa’uhum linnas,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMS Prof. dr. Dr. Em Sutrisna, M.Kes. mengingatkan bahwa menuntut dan menyebarkan ilmu merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang harus terus dijaga oleh setiap calon pendidik.
Ia mengutip pesan Rasulullah SAW agar seseorang senantiasa dekat dengan ilmu, baik sebagai pengajar, pembelajar, pendengar, maupun pecinta ilmu.
“Jadilah orang yang mengajar, jadilah orang yang berilmu. Kalau belum mampu, jadilah murid yang terus belajar. Kalau belum, jadilah pendengar yang baik. Dan paling tidak, jadilah orang yang mencintai ilmu,” ujarnya.
Em Sutrisna berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan PLP sebagai momentum untuk mengasah kompetensi pedagogik, memperkuat karakter, serta membangun pengalaman nyata di dunia pendidikan.
Menurutnya, pengalaman selama berada di sekolah akan menjadi bekal berharga ketika mahasiswa kelak memasuki profesi guru secara profesional.
“Kami berharap mahasiswa menunjukkan bahwa mereka memang layak menjadi calon guru yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” katanya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments