Kiprah alumni Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di forum internasional kembali mencuat. Dr. Zaki Mubarok, alumni HI UMY angkatan 1995, dijadwalkan menjadi salah satu pembicara dalam Roundtable Discussion bertajuk “Stimulating Economic Growth: Harnessing Opportunities in Fisheries and Tourism” di New Delhi, India.
Kegiatan tersebut digelar Research and Information System for Developing Countries (RIS) bekerja sama dengan ASEAN-India Centre (AIC) dan mitra terkait. Diskusi dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 di GP Hall, RIS, New Delhi, India, secara hybrid.
Dalam agenda tersebut, Zaki Mubarok tercantum sebagai Honorary Fellow ANCORS, Wollongong University, dan Research Fellow, Indonesia University.
Zaki akan menjadi salah satu pembicara pada Sesi I yang mengangkat tema “India-ASEAN Fisheries Cooperation and Combating IUU Fishing”. Sesi tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 11.30–13.00 waktu India.
Selain Zaki, forum menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Cmde Abhay K Singh (Retd), mantan Research Fellow RIS yang bertindak sebagai chair; Dr. Vu Hai Dang, pakar dari Diplomatic Academy of Vietnam; serta Mr. John J Vachaparambil, Associate Fellow, National Maritime Foundation.
Forum tersebut juga melibatkan perwakilan Indian Ocean Region (IOC-IOF).
Pembahasan mengenai kerja sama perikanan India-ASEAN menjadi semakin penting di tengah kebutuhan negara-negara kawasan untuk memperkuat tata kelola sumber daya laut, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus memberantas praktik illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing.
Kehadiran Zaki Mubarok dalam forum tersebut sekaligus menunjukkan kiprah akademisi dan profesional Indonesia dalam percaturan kerja sama internasional, khususnya dalam isu kemaritiman, perikanan, serta hubungan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.
Bagi keluarga besar HI UMY, keterlibatan Zaki yang merupakan alumni angkatan 1995 di forum internasional tersebut menjadi bagian dari rekam jejak alumni UMY yang terus berkiprah dalam isu-isu strategis global.





0 Tanggapan
Empty Comments