Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bawaslu dan Umsida Kolaborasi Kawal Demokrasi dan Pendidikan Politik Mahasiswa

Iklan Landscape Smamda
Bawaslu dan Umsida Kolaborasi Kawal Demokrasi dan Pendidikan Politik Mahasiswa
Bawaslu dan Umsida Kolaborasi Kawal Demokrasi dan Pendidikan Politik Mahasiswa
pwmu.co -

Bawaslu dan Umsida Kolaborasi Kawal Demokrasi dan Pendidikan Politik Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang digelar bersamaan dengan kegiatan sosialisasi demokrasi untuk mahasiswa.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gedung Kantor Pusat lantai 1 Kampus 1 Umsida pada Senin (18/05/2026) dengan mengusung tema “Mahasiswa Melek Demokrasi: Bersama Awasi Pemilu.”

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor I Umsida, Prof Dr Hana Catur Wahyuni MT IPM, Dekan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS) Umsida ,Dr Poppy Febriana MMedKom, Kepala Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional (LKUI) Umsida, Isna Fitria Agustina MSi, Kaprodi Hukum, Dr Lidya Sherly Muis MH MKn beserta jajaran dosen, Himpunan Mahasiswa Hukum, dan asisten laboratorium Hukum.

Sementara dari pihak Bawaslu Sidoarjo, turut hadir Ketua Bawaslu, Agung Nugraha SH, Agisma Dya Fastari SSos, Fathur Rohman MKom, Adinda Masita Dewi, Moeh Arif SSos, serta jajaran sekretariat.

Kolaborasi untuk Dorong Mahasiswa Melek regulasi

Dalam sambutannya, Prof Hana menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya belajar di dalam ruang kuliah.

“Mahasiswa itu tidak boleh hanya duduk di bangku kuliah saja. Perspektif di luar perlu kita ikuti, regulasi di luar juga perlu kita adopsi sehingga kita paham apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, mereka harus memiliki pemahaman terhadap isu sosial, hukum, dan regulasi agar mampu memberikan pandangan yang tepat, objektif, dan sesuai etika.

Prof Hana berharap kerja sama itu tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam berbagai kegiatan konkret.

“Kami berharap selepas dari MoU ini akan banyak kegiatan yang melibatkan Umsida dengan Bawaslu, baik pengabdian, penelitian, sosialisasi, maupun kegiatan lain,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk aktif memanfaatkan peluang kolaborasi yang akan dibuka melalui kerja sama tersebut.

Menurutnya, masa kuliah yang relatif singkat harus dimanfaatkan untuk mencari pengalaman sebanyak mungkin.

“Mahasiswa itu harus gercep. Masa kuliah hanya empat tahun, jadi manfaatkan untuk mencari pengalaman dan memahami tantangan di luar kampus,” tambahnya.

Pentingnya Pemahaman Soal Isu Demokrasi

SMPM 5 Pucang SBY

Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha SH, menjelaskan bahwa saat ini Bawaslu tengah fokus pada konsolidasi demokrasi pasca proses elektoral 2024.

Menurutnya, dinamika politik yang terjadi dalam Pemilu sebelumnya menunjukkan masih adanya berbagai persoalan, mulai dari konflik sosial hingga ketimpangan keadilan dalam proses demokrasi.

“Pemilihan umum itu adalah pintu gerbang apakah semangat para pendiri bangsa akan tercapai atau tidak,” ujarnya.

Ia menyebut Bawaslu saat ini menghadapi dua tantangan besar dalam proses demokrasi, yakni penyebaran hoaks dan praktik politik uang.

“Dua hal ini tingkat cederanya sangat tinggi,” tandasnya.

Agung menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat memicu konflik sosial hingga menurunkan kualitas demokrasi di tingkat daerah.

Karena itu, Bawaslu mulai memperkuat pendekatan back to campus dengan menggandeng perguruan tinggi untuk membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.

Bawaslu Tekankan Peran Agen Perubahan Demokrasi

Agung menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen perubahan dan penjaga idealisme demokrasi.

“Semangat idealisme itu ada di rekan-rekan muda. Makanya kami ingin mendorong peran aktif mahasiswa agar 2029 kita tidak kecolongan lagi dalam distribusi elektoral,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Bawaslu membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi mahasiswa, baik melalui forum resmi akademik maupun diskusi nonformal.

“Mungkin ada kelompok belajar atau kegiatan mahasiswa yang ingin berdiskusi soal hukum, pemilu, atau kebijakan publik, kami terbuka. Tidak harus selalu resmi,” ujarnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 19/05/2026 15:01
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡