Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

BUEKA Lansia Dampingi UMKM Klaseman Urus NIB dan Tingkatkan Daya Saing Produk

Iklan Landscape Smamda
BUEKA Lansia Dampingi UMKM Klaseman Urus NIB dan Tingkatkan Daya Saing Produk
Potret diskusi Lansia dengan wahyu winarti (Aprilia Kholifatun Nisya/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tim Inklusi Aisyiyah Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Probolinggo mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lansia memperkuat legalitas usaha melalui kegiatan Bina Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) Lansia yang digelar di Perpustakaan Delarasati, Klaseman, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB tersebut menghadirkan pelatihan mengenai legalitas usaha, pengemasan produk, serta strategi pemasaran sebagai upaya meningkatkan daya saing produk UMKM yang dikelola para lansia.

Pendamping program, Vini, membuka kegiatan dengan mengajak peserta terus belajar dan mengembangkan usaha meski telah memasuki usia lanjut. Menurutnya, semangat untuk berkembang menjadi modal penting agar para lansia tetap produktif dan mandiri secara ekonomi.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Beberapa di antaranya bahkan telah memulai proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah awal memperkuat legalitas usaha yang mereka jalankan.

Materi disampaikan oleh pelaku UMKM, Wahyu Winarti, yang membagikan pengalamannya dalam mengembangkan usaha sekaligus memperlihatkan contoh kemasan produknya. Ia menegaskan bahwa legalitas usaha menjadi salah satu syarat penting agar produk memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Produk yang sudah memiliki NIB akan lebih mudah dipertanggungjawabkan dan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas. Nilainya juga akan semakin meningkat apabila dilengkapi dengan sertifikasi halal,” ujarnya.

Selain membahas legalitas usaha, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai teknik pengemasan produk, pemilihan bahan kemasan yang sesuai, penyusunan label, hingga cara menjaga kualitas dan masa simpan produk agar tetap layak dipasarkan.

SMPM 5 Pucang SBY

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta memperkenalkan berbagai usaha yang mereka jalankan, mulai dari produksi bumbu dapur, minuman herbal sinom, hingga terasi. Dari setiap produk tersebut, narasumber memberikan masukan mengenai desain kemasan, komposisi produk, serta strategi mengikuti tren pasar agar mampu menarik minat konsumen.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diperkenalkan dengan SI MADU, platform pendataan dan pembinaan UMKM milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Melalui platform tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan sekaligus memperluas akses pengembangan usaha.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan mengenai proses produksi, pengemasan, hingga pengelolaan usaha yang telah terdaftar di SI MADU. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM lansia.

Kegiatan ini menghasilkan perkembangan yang menggembirakan. Dua peserta berhasil terdaftar dalam platform SI MADU, sementara beberapa peserta lainnya sedang menyelesaikan proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sejumlah peserta juga menyampaikan harapan agar pendampingan usaha dapat terus dilakukan sehingga produk mereka semakin berkembang dan memiliki daya saing lebih tinggi.

Melalui program BUEKA Lansia, Tim Inklusi Aisyiyah PDA Kabupaten Probolinggo berkomitmen melanjutkan pendampingan kepada para pelaku UMKM lansia. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat legalitas usaha, meningkatkan kualitas produk, sekaligus mendorong terwujudnya lansia yang tetap produktif, mandiri secara ekonomi, dan berdaya saing. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 22/07/2026 22:59
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu