Di tengah arus modernisasi dan dunia yang bergerak serba cepat, tantangan dunia pendidikan tidak lagi sekadar mencetak generasi yang cerdas secara akademik.
Lebih dari itu, kesiapan mental, penguatan iman, akhlak, serta penguasaan soft skill yang berdampak langsung di masyarakat menjadi kebutuhan yang mendesak.
Menjawab tantangan tersebut, SMA Muhammadiyah 1 Gresik mengambil langkah konkret dengan menggelar Ujian Praktik Karakter dan Fikih Pengurusan Jenazah bagi seluruh siswa kelas XI. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah pada Kamis (21/5/2026).
Berbeda dengan ujian tulis pada umumnya, ujian karakter ini menuntut siswa untuk mempraktikkan seluruh tahapan perawatan jenazah secara runtut, menyeluruh, dan sesuai dengan syariat Islam.
Prosesi ujian dimulai dari tahap awal, yaitu mentalkin (membimbing kalimat tauhid kepada orang yang menghadapi sakaratul maut), memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga memperagakan prosesi menguburkan jenazah.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menyeimbangkan antara keunggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan penguatan Iman dan Takwa (IMTAK).
“Anak-anak zaman sekarang tidak hanya membutuhkan nilai akademik yang tinggi di atas kertas. Mereka hidup di tengah masyarakat yang suatu saat pasti membutuhkan kontribusi nyata mereka. Merawat jenazah adalah soft skill spiritual dan sosial yang sangat krusial, namun sayangnya mulai jarang dikuasai oleh generasi muda,” ujarnya di sela-sela memantau jalannya ujian.
Para siswa kelas XI tampak mengikuti ujian dengan penuh keseriusan. Menggunakan replika jenazah (manekin) dan peralatan lengkap seperti kain kafan serta simulasi liang lahat, mereka dibagi dalam beberapa kelompok untuk menguji kerja sama tim, ketelitian, dan empati.
Melalui ujian praktik ini, pihak sekolah berharap para lulusan SMA Muhammadiyah 1 Gresik nantinya tidak hanya siap bersaing di dunia perkuliahan atau kerja, tetapi juga menjadi garda terdepan yang ringan tangan dan terampil saat masyarakat membutuhkan bantuan dalam urusan fardu kifayah ini.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan evaluasi dan refleksi mendalam dari para guru penguji mengenai ketepatan tata cara serta adab dalam merawat jenazah.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments