Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bupati Malang: Santri Muhammadiyah Harus Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi

Iklan Landscape Smamda
Bupati Malang: Santri Muhammadiyah Harus Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi
Bupati Malang: Santri Muhammadiyah Harus Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., menegaskan pentingnya membentuk santri Muhammadiyah sebagai kader pemimpin bangsa yang memiliki karakter disiplin, mandiri, dan berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan Sanusi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, karakter unggul santri tidak lahir secara instan. Karakter tersebut tumbuh dari pembinaan yang berkelanjutan dan berakar pada nilai-nilai profetik yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

“Semangat ini tercermin kuat dalam karakter santri Muhammadiyah yang disiplin, mandiri, dan berprestasi. Karakter unggul ini tidak lahir begitu saja, melainkan berakar dari nilai-nilai profetik yang dicontohkan langsung oleh panutan umat manusia, Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Sanusi mengatakan, menyiapkan kader pemimpin bangsa yang tangguh dan berkarakter merupakan tanggung jawab besar dunia pendidikan. Karena itu, pembinaan santri harus memadukan nilai-nilai keislaman dengan semangat kemajuan sebagai fondasi dalam menyiapkan generasi masa depan.

Meneladani Sifat Rasul

Dalam membangun peradaban, lanjut Sanusi, Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepemimpinan melalui empat sifat utama yang perlu ditanamkan kepada calon pemimpin bangsa.

Pertama, shiddiq, yakni jujur dan benar. Seorang pemimpin harus memiliki integritas, transparansi, serta keselarasan antara perkataan dan perbuatannya.

Kedua, amanah, yaitu dapat dipercaya. Pemimpin harus mampu memegang tanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.

Ketiga, tabligh, yakni menyampaikan kebenaran. Pemimpin dituntut komunikatif, terbuka terhadap kritik, serta mampu mendidik dan mencerahkan masyarakat dengan kebijaksanaan.

Keempat, fathonah, yaitu cerdas dan bijaksana. Pemimpin harus memiliki visi, kecakapan mengambil keputusan strategis, serta kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan dengan solusi yang tepat.

SMPM 5 Pucang SBY

Tiga Pesan untuk Kader Pemimpin

Sanusi yang akrab disapa Abah Sanusi kemudian menyampaikan tiga pesan penting kepada para santri sebagai kader pemimpin masa depan.

Pertama, disiplin berdasarkan nilai religius. Menurutnya, kedisiplinan bagi santri bukan hanya tentang menaati jadwal belajar dan ibadah, tetapi juga kesadaran diri yang tumbuh dari keimanan.

“Dengan landasan ibadah yang istiqomah, santri belajar menghargai waktu, taat aturan, dan memiliki keteraturan hidup yang kokoh,” ungkapnya.

Kedua, mandiri dalam bertindak dan berpikir. Kemandirian, kata Sanusi, merupakan buah dari proses pembinaan diri yang konsisten.

“Menjadi pemimpin bangsa berarti mampu berdiri di atas kaki sendiri, tidak mudah bergantung pada orang lain, serta memiliki ketahanan mental yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya,” tegasnya.

Ketiga, berprestasi untuk kemajuan umat dan bangsa. Santri didorong tidak hanya menguasai ilmu agama (tafaqquh fiddin), tetapi juga ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Prestasi akademik maupun non-akademik yang diraih didedikasikan sepenuhnya untuk memberikan manfaat luas bagi kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Sanusi berharap KSMN ke-2 menjadi bagian dari proses pembentukan karakter santri Muhammadiyah. Dengan kedisiplinan yang berlandaskan nilai religius, kemandirian yang tangguh, dan semangat berprestasi, para santri diharapkan tumbuh menjadi pemimpin yang amanah, cerdas, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 22/09/2026 19:34
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu