Sebanyak 1.700 peserta dari berbagai penjuru Indonesia memadati Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dalam pembukaan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa: Santri Muhammadiyah Disiplin, Mandiri, dan Berprestasi” ini menjadi ruang pembinaan sekaligus pertemuan besar santri Muhammadiyah dari berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Maskuri, M.Ed., dalam sambutannya menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus mencetak kader pemimpin masa depan yang tangguh, berkarakter, dan berkemajuan.
“Terus berkemajuan dan mencerahkan, Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh,” ujarnya.
Estafet KSMN Berlanjut ke Malang
Maskuri menjelaskan, Kemah Santri Muhammadiyah merupakan agenda strategis LP2 PP Muhammadiyah yang diselenggarakan secara berkala setiap dua tahun.
Setelah pelaksanaan edisi pertama di Karanganyar, Jawa Tengah, KSMN edisi kedua kini berlanjut di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perkemahan, tetapi juga bagian dari pembinaan kader dan penguatan jejaring antarpesantren Muhammadiyah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarpesantren sebagai salah satu kekuatan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan pesantren Muhammadiyah.
“Kolaborasi adalah kunci utama kemajuan. Melalui ajang perkemahan ini, para santri tidak hanya ditempa kedisiplinan dan kemandiriannya, tetapi juga dilatih untuk membangun jejaring ukhuwah dan kerja sama lintas wilayah,” ungkap Maskuri.
Merumuskan Ciri Khas Pesantren Muhammadiyah
Di tengah pelaksanaan KSMN, LP2 PP Muhammadiyah juga terus mematangkan rumusan mengenai keunggulan komparatif Pesantren Muhammadiyah.
Maskuri mengatakan, standar mutu dan karakteristik khas pesantren Muhammadiyah perlu dirumuskan secara lebih mendalam sehingga dapat menjadi identitas sekaligus pembeda dalam perkembangan pendidikan pesantren.
“Standar mutu dan karakteristik unik ini sedang dikaji dan dirumuskan lebih mendalam agar menjadi branding serta ciri khas tersendiri yang membedakan Pesantren Muhammadiyah dengan lembaga pendidikan lainnya, memadukan ketauhidan yang kokoh dengan kemajuan sains dan teknologi,” jelasnya.
Menurutnya, perpaduan antara kekuatan keagamaan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan karakter kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menyiapkan santri menghadapi tantangan masa depan.
1.500 Santri dan 200 Pendamping
Besarnya antusiasme peserta terlihat dari jumlah kontingen yang hadir. Berdasarkan data panitia, KSMN ke-2 diikuti 1.700 peserta, terdiri atas 1.500 santri dan 200 pendamping.
Kontingen dari berbagai provinsi turut hadir dan membawa semangat kebersamaan dalam perhelatan nasional tersebut.
Berdasarkan data pendaftaran panitia, tiga wilayah dengan jumlah regu terbanyak adalah Jawa Barat dengan 29 regu, disusul Jawa Timur 28 regu, dan Sulawesi Selatan 21 regu.
Ribuan santri tersebut akan mengikuti rangkaian kegiatan KSMN pada 21-24 September 2026 yang dirancang untuk mengasah kedisiplinan, kemandirian, keterampilan, kepemimpinan, sekaligus memperluas persaudaraan antarsantri Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments