Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Sumberingin, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang menjadi perhatian bagi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 97.
Pada Selasa (18/8/2026), Mahasiswa KKN MAs melaksanakan program pendampingan digitalisasi pengelolaan keuangan bagi pelaku UMKM.
Program ini difokuskan pada tiga hal utama. Yakni penyusunan laporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel, pendampingan penggunaan aplikasi kasir digital Qasir, serta pendaftaran dan penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran nontunai.
Dari Observasi, Lahir Inovasi
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Ani Maryani dan Zahana Arta Naila selaku penanggung jawab program ini menyasar sejumlah pelaku usaha lokal di Dusun Sumberingin. Salah satunya Cafe Archimedes dengan pengelola NurMayla sebagai salah satu mitra utama pendampingan.
Ani Maryani menjelaskan, program ini lahir dari hasil observasi awal terhadap pelaku UMKM di Desa Wringinsongo yang sebagian besar masih mengelola keuangan usahanya secara manual dan belum memisahkan uang usaha dengan uang pribadi.
“Banyak pelaku usaha di sini yang belum mencatat transaksinya dengan rapi, bahkan ada yang hanya mengandalkan ingatan saja. Ini yang membuat mereka kesulitan mengetahui untung atau rugi usahanya secara pasti” ujar Ani.
Senada dengan itu, Zahana Arta Naila menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara bertahap agar mudah diikuti oleh pelaku usaha yang memiliki latar belakang literasi digital berbeda-beda.
“Kami mulai dari yang paling dasar dulu, yaitu melatih pencatatan keuangan pakai Excel. Setelah itu baru masuk ke aplikasi Qasir dan pendaftaran QRIS. Jadi prosesnya bertahap, tidak langsung loncat ke yang rumit” kata Zahana.
Dari Buku Catatan ke Excel, Qasir, hingga QRIS
Tahap pertama pendampingan diawali dengan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana menggunakan Microsoft Excel.
Mahasiswa KKN Kelompok 97 menyusun template khusus yang memuat pencatatan transaksi harian, rekapitulasi pemasukan dan pengeluaran, hingga perhitungan laba rugi otomatis menggunakan rumus dasar seperti SUM dan SUMIF.
Template ini dipilih karena mudah dipahami dan dapat digunakan tanpa koneksi internet.
Setelah pelaku usaha terbiasa dengan pencatatan berbasis Excel, pendampingan dilanjutkan dengan instalasi dan pelatihan penggunaan aplikasi kasir digital Qasir.
Aplikasi ini memungkinkan pelaku usaha mencatat transaksi penjualan secara otomatis serta menghasilkan laporan keuangan seperti laba rugi dan arus kas secara real time.
Tahap terakhir adalah pendampingan pendaftaran QRIS, yang kemudian dipasang di lokasi usaha masing-masing mitra agar dapat langsung digunakan oleh konsumen sebagai metode pembayaran nontunai.
Cafe Archimedes Jadi Contoh
Cafe Archimedes menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan program ini. Pengelola kafe, NurMayla, mengaku sebelumnya kesulitan memantau omzet harian karena seluruh transaksi masih dicatat secara manual di buku catatan.
“Dulu saya cuma catat di buku, kadang lupa nulis, jadi susah tahu untung berapa setiap hari. Setelah didampingi adik-adik KKN, sekarang saya pakai Excel dulu buat catatan harian, terus sekarang sudah pakai Qasir juga jadi laporan keuangannya otomatis kelihatan” ujar NurMayla.
Ia menambahkan, kehadiran QRIS di Cafe Archimedes juga memberikan kemudahan tersendiri bagi pelanggan.
“Sekarang banyak juga pembeli yang bayar pakai QRIS, jadi tidak perlu pusing cari uang kembalian lagi. Pembeli juga lebih cepat, tidak perlu antre lama” katanya.
Harapan Berkelanjutan
Mahasiswa KKN Kelompok 97 berharap program pendampingan ini dapat terus berjalan meski masa KKN telah berakhir.
Misalnya melalui pendampingan lanjutan oleh kader UMKM atau pemuda desa yang telah dilatih selama program berlangsung.
“Harapannya, ilmu yang sudah dibagikan ini bisa terus dipakai dan dikembangkan sendiri oleh pelaku usaha di Desa Wringinsongo, tidak berhenti begitu saja setelah KKN selesai” pungkas Ani Maryani.
Program pendampingan digitalisasi keuangan UMKM yang berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026 di Dusun Sumberingin ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Kelompok 97 dalam mendukung transformasi ekonomi digital hingga ke tingkat pedesaan.
Sekaligus membantu pelaku UMKM di Desa Wringinsongo semakin siap menghadapi persaingan usaha di era digital.





0 Tanggapan
Empty Comments