Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Alam Jadi Produk Bernilai: Pesantren An-Nur Isi Kokurikuler SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo

Iklan Landscape Smamda
Dari Alam Jadi Produk Bernilai: Pesantren An-Nur Isi Kokurikuler SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo
Perwakilan Pesantren Muhammadiyah An Nur Sidoarjo saat mengisi kegiatan Kokurikuler SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Muhida), Senin (31/8/2026). (Widiyanti/PWMU.CO).
pwmu.co -

Belajar berwirausaha tidak selalu harus dimulai dari modal besar. Alam sekitar pun dapat menjadi sumber ide, bahan, sekaligus peluang usaha yang bernilai.

Pesan inilah yang dikenalkan Pesantren Muhammadiyah An Nur Sidoarjo dalam kegiatan Kokurikuler SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo (Muhida), Senin (31/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pihak Pesantren An Nur dipercaya untuk mengisi materi sekaligus memberikan praktik langsung kepada siswa dengan tema “Berwirausaha dengan Memanfaatkan Alam Sekitar.”

Tunjukkan Pembuatan Produk Bernilai Tinggi

Kegiatan berlangsung dengan suasana penuh antusias karena siswa tidak hanya mendapatkan teori tentang kewirausahaan.

Tetapi juga diajak melihat secara langsung bagaimana bahan yang sederhana di sekitar dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu praktik yang dilakukan adalah membuat keripik pisang. Pisang yang selama ini mudah dijumpai di lingkungan sekitar diolah menjadi makanan ringan yang menarik dan memiliki nilai jual.

Melalui praktik tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa berwirausaha dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka.

Sebagai pesantren yang mengembangkan konsep mubalig preneur, Pesantren An Nur tidak hanya menanamkan nilai keagamaan kepada para santri. Namun juga membekali mereka dengan keterampilan, kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan.

Semangat inilah yang kemudian didiseminasikan dalam kegiatan kokurikuler di SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo.

Kegiatan tersebut menghadirkan Dianita Wahyu Ningsih SPd MPd sebagai narasumber. Ia mengaku merasa bangga dapat berbagi ilmu dan pengalaman kepada anak-anak melalui kegiatan yang menggabungkan kreativitas, pemanfaatan sumber daya alam, dan kewirausahaan.

“Yang paling membanggakan adalah ketika anak-anak bisa melihat bahwa sesuatu yang ada di sekitar kita ternyata bisa memiliki nilai yang mahal jika kita mampu mengolahnya dengan kreativitas” ungkap Dianita.

Menurutnya, pendidikan kewirausahaan sejak usia sekolah dasar sangat penting untuk menumbuhkan cara berpikir kreatif pada anak.

SMPM 5 Pucang SBY

Anak-anak perlu dikenalkan bahwa menjadi wirausahawan bukan sekadar tentang menjual produk. Tetapi juga tentang kemampuan melihat peluang, memecahkan masalah, berani mencoba, bekerja sama, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Pengalaman Berbeda bagi Siswa

Praktik membuat keripik pisang menjadi pengalaman sederhana namun bermakna. Anak-anak terlibat secara langsung dalam proses pengolahan, mulai dari mengenal bahan, memahami cara mengolahnya, hingga melihat bagaimana sebuah produk dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.

Koordinator kelas 6 SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Sofiatuz Zuhro MPd juga menyampaikan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut. Bersama tim, ia melihat kegiatan ini memberikan pengalaman berbeda bagi siswa.

Menurut Bu Sofi, sapaan akrabnya, anak-anak tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang kewirausahaan. Mereka juga belajar bahwa potensi di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi sebuah karya.

Pembelajaran seperti ini dinilai sangat relevan karena memberikan pengalaman nyata yang tidak selalu diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.

Kegiatan kokurikuler tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antar lembaga pendidikan Muhammadiyah.

Pesantren An Nur dapat berbagi praktik baik dalam pengembangan jiwa kewirausahaan, sementara siswa SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo mendapatkan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan.

Dari sebuah pisang, anak-anak belajar tentang kreativitas. Dari sebuah keripik, mereka belajar tentang nilai ekonomi. Dan dari alam sekitar, mereka belajar bahwa peluang bisa hadir di mana saja, selama ada kemauan untuk melihat, mengolah, dan menciptakan.

Semangat inilah yang terus dibawa Pesantren An Nur dalam mengembangkan generasi mubalig preneur: generasi yang tidak hanya memiliki bekal ilmu dan nilai keislaman. Tapi juga mampu berkarya, mandiri, kreatif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 02/09/2026 00:51
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu