Selepas pengajian di Masjid Al Ihsan Kalibaru, Minggu (10/05/2026), suasana kehangatan tak langsung bubar begitu saja.
Justru berlanjut ke Dusun Blok Solo, RT 2 RW 3 Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi.
Di rumah Kang Muh Sholikin, para pengurus PDPM Banyuwangi periode 2018–2022 menggelar agenda sederhana namun penuh makna: Family Gathering sambil “nyate bareng”.
Menyatu dalam Kebersamaan
Hadir dalam kesempatan itu Ustadz Dikky Syadqomullah SHI MHes, sosok yang dikenal aktif di berbagai lini dakwah dan pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur Maupun Pusat.
Kehadirannya bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar menyatu dalam suasana kebersamaan yang hangat, cair, dan jauh dari kesan kaku.
Acara berlangsung gayeng. Satu ekor kambing diolah bersama—dibakar, dimasak, lalu disantap ramai-ramai. Tak ada sekat jabatan. Semua melebur dalam obrolan santai yang sesekali diselingi tawa. Di sinilah nilai kebersamaan terasa nyata, bukan sekadar slogan organisasi.
Dalam penyampaiannya, ustadz Dikky memberikan kesan yang cukup “menohok” namun membangun. Ia mengapresiasi kekompakan PDPM Banyuwangi yang dinilainya layak diduplikasi di daerah lain.
“Biasanya kalau sudah selesai ya selesai. Tapi ini tidak. Justru tetap berkumpul, menjaga silaturahim. Ini luar biasa” ujarnya.
Ia menegaskan, silaturahim bukan sekadar kumpul-kumpul, melainkan ruang lahirnya ide dan sinergi baru. Bahkan, ia mengingatkan pesan penting bahwa menjaga silaturahim dapat meluaskan rezeki dan memanjangkan umur.
“Jangan sampai ini berhenti. Silaturahim itu harus terus hidup dan berkembang” pesannya.
Menjaga Ruh Organisasi
Sementara itu, Kang Lukman Hakim, Ketua PDPM Banyuwangi periode 2018–2022, menegaskan bahwa agenda nyate bareng ini bukan sekadar makan bersama. Lebih dari itu, ini adalah upaya menjaga ruh organisasi agar tidak hilang dimakan waktu.
“Ini bagian dari menjaga nilai, agar tetap terhubung, solid, dan siap menyukseskan agenda besar ke depan, termasuk Musyda PDM Banyuwangi 2027” ujarnya, yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 3 Banyuwangi.
Di samping itu, ia juga menambahkan, kehadiran senior seperti Dikky menjadi momentum berharga yang patut dimanfaatkan sebaik mungkin.
Dari kegiatan sederhana ini, satu hal menjadi jelas: organisasi yang kuat bukan hanya dibangun di ruang rapat, tetapi juga di atas bara sate yang dimasak dan dinikmati bersama.





0 Tanggapan
Empty Comments