Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Cek Hemoglobin hingga Kelola Emosi, Pijar Remaja Bekali Remaja Balungtawun

Iklan Landscape Smamda
Dari Cek Hemoglobin hingga Kelola Emosi, Pijar Remaja Bekali Remaja Balungtawun
Pemeriksaan kesehatan remaja dalam rangkaian Pijar Remaja. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dari pemeriksaan hemoglobin, belajar mengenali emosi, hingga berlomba mengumpulkan bintang, 42 remaja Desa Balungtawun mengikuti rangkaian Pijar Remaja sebagai ruang belajar kesehatan yang dikemas lebih interaktif.

Kegiatan bertema “Pijar Remaja: Pendampingan Inspiratif untuk Jejak dan Arah Remaja” tersebut berlangsung di Balai Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan pada Ahad (9/8/2026).

Program ini merupakan kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN P 72 Balungtawun melalui skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah, Ruang Lingkup Pemberdayaan Desa Binaan.

Kegiatan melibatkan Diktisaintek/BIMA, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), KKN P 72 Umsida, serta pihak Desa Balungtawun.

Pemeriksaan Fisik Remaja

Rangkaian Pijar Remaja diawali dengan registrasi dan pendataan peserta melalui aplikasi Posyandu. Remaja kemudian mengikuti penimbangan, pengukuran tubuh, serta pemeriksaan hemoglobin.

Kader Posyandu Desa Balungtawun turut mendampingi proses tersebut. Setelah pemeriksaan, peserta beranjak menuju sesi edukasi yang membahas persoalan lebih luas dari kondisi fisik.

Menurut Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Dr. Umi Khoirun Nisak, SKM., MEpid kesehatan remaja perlu dilihat secara menyeluruh.

“Membangun karakter remaja yang sehat tidak cukup hanya dengan memperhatikan kesehatan fisiknya. Kesehatan mental dan kesehatan reproduksi juga perlu dipahami sejak remaja agar mereka memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan untuk menjaga dirinya,” ujarnya.

Materi pertama membahas self-awareness atau kesadaran diri.  Remaja diajak mengenali perasaan, pikiran, serta respons mereka ketika menghadapi berbagai situasi. Pembahasan kemudian berlanjut pada emotion regulation.

Pada sesi ini, peserta mempelajari bagaimana mengenali emosi yang muncul dan mengelolanya dengan lebih baik. Salah satu peserta, Azila, mengaku awalnya menduga kegiatan tersebut hanya membahas kesehatan reproduksi.

SMPM 5 Pucang SBY

“Ternyata ada materi tentang mengenali diri dan mengatur emosi juga. Menurut saya, cara belajarnya jadi lebih menarik karena kami bisa ikut bertanya dan bermain bersama teman-teman,” ungkapnya.

Setelah dua materi psikologi tersebut, peserta mengikuti refleksi sebelum masuk pada pembahasan kesehatan reproduksi.

Perkuat Pemahaman Reproduksi

Pada sesi berikutnya, remaja memperoleh edukasi mengenai masa pubertas, perubahan fisik dan emosional, serta cara menjaga kebersihan organ reproduksi.

Materi tersebut kemudian diperkuat melalui kuesioner evaluasi yang diisi seluruh peserta pada akhir rangkaian kegiatan.

Sebanyak 20 pernyataan digunakan untuk melihat pemahaman mengenai masa pubertas, menstruasi, mimpi basah, kebersihan diri, perilaku berisiko, infeksi menular seksual, hingga dampak rokok, alkohol, dan napza.

Para peserta mengikuti berbagai permainan sebagai penguatan pemahaman terkait materi yang telah disampaikan.

Setiap jawaban dan keaktifan peserta dihargai dengan bintang kecil yang ditempel pada Papan Apresiasi kelompok. Di sini peserta tidak hanya pulang membawa poin atau hadiah dari permainan.

Mereka mendapatkan bekal untuk memahami perubahan diri, mengelola emosi, menjaga kesehatan reproduksi, mengenali risiko, dan mengetahui tempat mencari bantuan ketika menghadapi masalah.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 12/08/2026 21:58
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu